Astudestra Ajengrastrı
21 September 2018•Update: 21 September 2018
Enes Kaplan
ANKARA
Turki akan meneruskan aktivitas kontra-terorismenya di Suriah, menurut deklarasi yang dirilis oleh Dewan Kemanan Nasional negara tersebut pada Kamis.
Menurut deklarasi itu, Turki bertekad untuk meneruskan aktivitas-aktivitas untuk "menghapuskan terorisme di Suriah atau wilayah lain."
Negara tersebut juga memanggil komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab politik dan kemanusiaan mereka lebih cepat dan lebih efisien.
Turki mengharapkan implementasi dari peta jalan yang telah disetujui untuk membersihkan Kota Manbij dari organisasi teroris, sebut deklarasi itu.
Pada Selasa, juru bicara militer AS berkata Washington tetap memegang persetujuannya dengan Turki dalam peta jalan untuk Kota Manbij di Suriah utara, dan tidak termasuk PKK/YPG.
Kolonel Sean J. Ryan, juru bicara untuk Satuan Tugas Gabungan yang dipimpin AS, menekankan hanya tinggal sedikit elemen YPG yang masih ada di area tersebut.
"Sejauh yang saya amati, hanya ada sedikit YPG, jika ada sama sekali. Dan kami mengacu pada persetujuan itu, bahwa YPG bukan bagian dari Manbij," ujar Ryan kepada Anadolu Agency.
Turki dan AS melakukan lebih dari 40 putaran patroli terpisah yang terkoordinasi di wilayah antara area yang dibebaskan Turki dalam Operasi Perisai Eufrat dan Manbij, menurut pejabat Turki.
Patroli terpisah oleh pasukan Turki dan AS di wilayah tersebut dimulai pada 18 Juni, dan hingga kini patroli bersama belum pernah dilakukan.
YPG adalah cabang Suriah dari organisasi teror PKK dan merupakan target utama Turki dalam operasi kontra-terorisme Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah, di dekat perbatasan Turki.
Dalam kampanye teror selama lebih dari 30 tahun melawan Turki, PKK -- yang masuk dalam daftar teroris oleh Turki, AS dan UE -- bertanggung jawab atas kematian sekitar 400.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Deklarasi ini juga menekankan pentingnya kesepakatan Turki-Rusia yang menyerukan demiliterisasi di Idlib, Suriah.