Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2018•Update: 19 Oktober 2018
Burcu Calik dan Ali Cura
ANKARA/CHISINAU
Presiden Turki pada Rabu mengatakan bahwa negaranya mengharapkan dukungan Moldova dalam perang melawan Organisasi Teror Fetullah (FETO) tanpa keraguan.
"Dalam pertarungan bersama melawan FETO, rakyat Turki mengharapkan teman-teman mereka di Moldova menunjukkan dukungan yang dibutuhkan tanpa ragu-ragu," kata Recep Tayyip Erdogan pada konferensi pers bersama dengan rekannya dari Moldova Igor Dodon di ibu kota Moldova, Chisinau.
Erdogan mengatakan bahwa FETO menyusup ke pasukan bersenjata Turki, polisi, sistem hukum dan semua lembaga negara, menambahkan bahwa Moldova juga berada dalam risiko karena kelompok teror itu bisa melakukan hal yang sama terhadap negara itu.
FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang kalah pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang menjadi tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
Erdogan mengatakan bahwa salah satu atau kedua pemberi pinjaman publik Turki, Halk Bank dan Bank Ziraat, akan membuka cabang di Moldova segera setelah pemeriksaan pemberi pinjaman di negara itu.
Menekankan bahwa wilayah Gagauzia memiliki posisi khusus dalam hubungan dengan Moldova, Erdogan mengatakan bahwa kedua pemimpin berbicara tentang pentingnya penerapan perubahan hukum tentang Gagauz Turki.
"Mekanisme kerjasama strategis tingkat tinggi akan dibentuk," katanya.
Erdogan juga mengatakan bahwa Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA) menghabiskan USD45 juta untuk proyek-proyek di Moldova selama 24 tahun terakhir, dan menyatakan bahwa Turki akan terus memberikan dukungan kepada negara itu.
Berbicara tentang peresmian gedung kepresidenan yang dipulihkan oleh TIKA, Erdogan mengatakan Turki akan terus mendukung Moldova di masa depan.
"Proyek ini akan bersinar sebagai pertanda persahabatan Turki-Moldova," tambahnya.
- Pujian terhadap kontribusi Turki ke Moldova
Dodon mengatakan dia senang dengan dukungan Turki dalam memulihkan gedung negara Moldova.
"Gedung negara yang merupakan simbol Moldova dipulihkan lagi dengan bantuan Turki. Ini adalah bantuan nyata yang dibuat untuk Moldova," katanya.
Presiden Moldova juga memuji kontribusi Turki pada Moldova yang kuat dan stabil.
"Turki adalah contoh penting untuk melindungi kepentingan nasional kita dan menciptakan hubungan baik," tambahnya.
Menyebutkan lebih dari 1.300 perusahaan milik Turki di Moldova, Dodon mengatakan dia akan senang jika investasi ini terus berlanjut.
Dodon juga berjanji untuk mengamankan otonomi Daerah Gagauzia dalam Konstitusi Moldova.
Pada Desember 1994, parlemen Moldova menawarkan tingkat otonomi yang besar kepada sekitar 160.000 orang Gagauz Turki yang tinggal di dalam perbatasan negaranya untuk menciptakan lingkungan yang baik dan mempertahankan identitas dan budaya nasional.
Wilayah otonom adalah rumah bagi sebagian besar penduduk Gagauz, sebuah komunitas Kristen Ortodoks Turki.
- Perjanjian baru antara Ankara dan Chisinau
Erdogan dan Perdana Menteri Moldovan Pavel Filip hadir pada penandatanganan lima perjanjian antara Ankara dan Chisinau untuk kerjasama di berbagai bidang termasuk pemuda dan olahraga, pelatihan militer, pendidikan, transportasi darat dan protokol untuk revisi perjanjian bebas visa perjalanan 2012.
Menurut protokol tersebut, hanya kartu identitas yang diperlukan saat bepergian di antara kedua negara.
Sebagai bagian dari kunjungan resmi dua hari, Erdogan juga akan bertemu Irina Vlah, Presiden Satuan Wilayah Otonom Gagauzia (Gagauz-Gokoguz Yeri).
Hubungan politik, ekonomi dan keamanan akan dibahas selama kunjungan resmi Presiden Erdogan.Isu regional dan internasional serta terorisme juga akan menjadi agenda.
Erdogan juga akan menghadiri forum bisnis dan meresmikan sebuah PAUD yang didirikan oleh Kepresidenan Turki untuk Etnis Turki di Luar Negeri dan Komunitas Terkait (YTB) dengan kurikulum pendidikan bilingual Gagauz-Moldovan.