Hayati Nupus
06 Agustus 2018•Update: 07 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan 82 personel bantuan kesehatan penanggulangan bencana alam ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI MS Fadhilah mengatakan dalam siaran pers, Senin, bahwa Batalyon Kesehatan 2/YBH/2 Kostrad yang dipimpin oleh Letkol Ckm dr Shohibul Hilmi itu berangkat dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.
“Berangkat pagi ini, atas perintah Panglima TNI,” ujar Fadhilah, Senin, dalam siaran pers.
Selain personel kesehatan, kata Fadhilah, membawa perlengkapan lain, di antaranya tenda, genset, 3 unit truk NPS dan 3 unit truk box.
Selain itu, ujar Fadhilah, pagi ini TNI juga tengah menyiapkan bantuan lain yang akan dikirimkan dari Bandara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya.

Dari Surabaya, TNI akan mengirimkan kapal rumah sakit Dr Soeharso, berikut bantuan logistik, untuk para korban.
Gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Minggu malam.
Badan Nasional Penanganan Bencana menyebutkan, hingga pagi ini, gempa menewaskan 82 orang, ratusan terluka dan ribuan rumah rusak.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers Minggu malam mengatakan pusat gempa relatif sama dengan guncangan pada Minggu pekan lalu. Yaitu pada 8,37 derajat Lintang Selatan (LS) dan 116,48 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 15 kilometer (km) berjarak 18 km timur laut Lombok Timur atau di lereng utara timur laut Gunung Rinjani.
Gempa ini menurutnya adalah gempa dangkal yang terjadi akibat pergerakan naik sesar Flores yang terjadi karena deformasi batuan ke atas.
Terjadi tsunami kecil pada tiga titik yaitu di Desa Carik setinggi 13,5 sentimeter (cm) Desa Badas 10 cm dan Desa Lembar 9 cm.
“Ini adalah gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya,” ujar dia.