Canberk Yuksel
23 September 2017•Update: 24 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Tim Search and Rescue (SAR) bekerja keras pada Jumat di Meksiko untuk menyelamatkan korban dari puing-puing setelah bencana gempa bumi awal pekan ini.
Setidaknya 286 orang tewas sejak gempa berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang pada Selasa, menurut pejabat setempat. Hampir 3000 bangunan di Mexico City rusak.
Presiden Enrique Pena Nieto pada Kamis menyanggah laporan bahwa para pejabat akan menunda pencarian dan beralih ke pembongkaran bangunan rusak. Pernyataan itu disampaikan setelah keluarga korban menyampaikan keprihatinannya di media sosial.
Demikian pula, Menteri Dalam Negeri Miguel Angel Osorio Chong menyampaikan lewat Twitter agar warga Meksiko tak terpengaruh informasi sesat, sementara Menteri Pertahanan Salvador Cienfuegos berjanji pembongkaran tak akan dimulai hingga semua lokasi korban tereksplorasi.
“Kami tidak akan menghancurkan bangunan apapun, tak akan berdampak pada korban selamat, hingga kami kehabisan upaya terakhir,” katanya.
Sementara itu, otoritas Angkatan Laut mengeluarkan permintaan maaf pada Kamis setelah merilis laporan salah mengenai dugaan penyelamatan siswa 12 tahun yang awalnya diidentifikasi sebagai Frida Sofia.
Laporan itu, yang sempat menciptakan buzz daring dan meningkatkan harapan akan lebih banyak lagi korban terselamatkan, ternyata tidak akurat setelah muncul informasi tak ada siswa dengan nama tersebut dalam daftar sekolah.
Gempa pada Selasa tersebut merupakan gempa besar kedua yang mengguncang Meksiko dalam dua pekan setelah gempa berkekuatan 8,8 terjadi 8 September.
Sebanyak 2,5 juta penduduk membutuhkan bantuan.