25 September 2017•Update: 25 September 2017
Sefa Mutlu
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani mendiskusikan soal pelaksanaan referendum kemerdekaan di wilayah Kurdi pada Senin di utara Irak.
Lewat telepon, kedua pimpinan negara menekankan dua hal, yakni bahwa pelaksanaan referendum hanya akan menimbulkan kekacauan, juga soal pentingnya integritas teritorial Irak, kata sumber dari kantor kepresidenan.
Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Erdogan juga menyebutkan rencana kunjungannya ke Irak pada 3 Oktober.
Referendum dilaksanakan di wilayah otonomi Kurdi – wilayah perebutan antara Erbil dan Baghdad – untuk memilih memisahkan diri atau tidak dari Irak.
Baghdad, Turki, Iran, Amerika Serikat, dan PBB telah menentang pelaksanaan referendum, karena dapat mengganggu perang melawan Daesh dan menyebabkan destabilisasi di wilayah tersebut.
Pemerintah pusat Irak bahkan telah mengancam akan mengintervensi jika referendum tersebut berakhir rusuh.
Pimpinan Pemerintah Regional Kurdistan Masoud Barzani, mengatakan, hasil suara "setuju" tak berarti pemerintahan regional Kurdistan mendeklarasikan kemerdekaan, namun merupakan jalan untuk membuka perundingan lebih lanjut dengan Baghdad.