Ayhan Simsek
24 September 2017•Update: 25 September 2017
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Angela Merkel digadang-gadang bakal kembali memenangkan pemilihan umum Jerman yang digelar hari ini.
Sejak pukul 08.00 pagi waktu setempat, sebanyak 61,5 juta warga negara Jerman yang memiliki hak pilih sudah berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara
Jelang masa jabatannya yang ke-4, Merkel sering keluar sebagai pilihan favorit dari survei yang dilakukan oleh lembaga poling.
Terbaru, survei oleh INSA/YouGov yang dirilis pada Jumat, memprediksikan partai konservatif Christian Democratic Union (CDU) dan Christian Social Union (CSU) bakal memenangkan pemilihan hingga 34 persen. Meski demikian persentase itu dianggap masih kalah jauh dari mayoritas suara di parlemen.
Di tempat berbeda, lawan utama Merkel yakni Martin Schulz yang diusung oleh Social Democratic Party (SPD) diprediksi hanya mendapatkan 21 persen suara. Di belakang SPD, beberapa partai dari sayap kiri dan sayap kanan pun siap beradu untuk menempati posisi ketiga.
Salah satu partai kanan-jauh Alternative for Germany (AfD) yang mengadopsi retorika anti-islam secara eksplisit selama masa kampanye, dalam jajak pendapat oleh INSA/YouGov diprediksi hanya mendapat 13 persen suara.
Begitupun dengan dukungan untuk Left Party yang hanya mendapat 11 persen, kemudian Free Democrats dengan 9 persen. Di posisi buncit, kemungkinan ditempati oleh partai peduli lingkungan Greens dengan 8 persen suara.
Dukungan yang berkembang kepada partai AfD -yang gagal dalam pemilihan umum sebelumnya- untuk melewati batas 5 persen untuk memasuki parlemen, telah menjadi perhatian dalam pemilihan umum Jerman.
“Jika AfD benar-benar memasuki Bundestag (parlemen Jerman), maka Nazi akan berbicara kembali di parlemen untuk pertama kalinya setelah lebih dari 70 tahun," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel baru-baru ini.
Tak hanya sosok pemimpin partai, lebih dari 4.800 kandidat juga bersaing untuk mendapatkan kursi di Bundestag, hari ini. Di antara mereka, sekitar 100 kandidat tercatat berasal dari Turki.
Alliance of German Democrats (AD-D), sebuah partai baru yang baru-baru ini dibentuk oleh warga etnis-Turki, mencalonkan diri untuk pertama kalinya dalam pemilihan federal.
Di antara tiga juta orang dengan darah Turki yang tinggal di Jerman, setengah dari mereka sudah memiliki kewarganegaraan Jerman. Diperkirakan sekitar 800 ribu warga etnis-Turki mendapatkan hak untuk memilih.