Chandni
28 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump mengadakan perbincangan terpisah pada Selasa dengan pemimpin Jerman dan Prancis menyusul langkah AS, Kanada dan Eropa mengusir diplomat Rusia sebagai hukuman serangan kimia di Inggris.
Trump dan Kanselir Jerman Angela Merkel membahas pengusiran "mata-mata Rusia sebagai aksi solidaritas terhadap Inggris dan untuk merespon tindakan Rusia menggunakan senjata kimia", kata Gedung Putih.
Topik itu juga muncul dalam perbincangan telepon Trump dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, kata Gedung Putih.
AS, negara-negara Uni Eropa, Kanada dan sejumlah negara lainnya pada Senin mengusir puluhan diplomat Rusia yang mereka tuduh bekerja sebagai mata-mata dan memiliki kekebalan diplomatik.
NATO pada Selasa juga mengusir tujuh staf Rusia dari utusan Rusia untuk aliansi transatlantik.
Langkah ini dilakukan sebagai balasan terhadap peracunan mantan agen Rusia dan putrinya di Inggris.
Pada 4 Maret lalu, mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal, 66 tahun dan putrinya Yulia, 33 tahun, dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di kota Salisbury, Inggris.
Pihak berwenang Inggris menyalahkan Rusia, namun dibantah keras oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
London mengatakan serangan itu menggunakan zat saraf dari zaman Perang Dingin dan merupakan jenis Novichok.