Politik, Dunia

Inggris, Prancis, Jerman, kecewa AS keluar dari perjanjian nuklir Iran

Pemimpin ketiga negara mengatakan, ‘JCPOA penting untuk keamanan bersama'

Maria Elisa Hospita  | 09.05.2018 - Update : 09.05.2018
Inggris, Prancis, Jerman, kecewa AS keluar dari perjanjian nuklir Iran Foto file - Anadolu Agency

London, City of

Ahmet Gurhan Kartal

LONDON

Inggris, Prancis, dan Jerman menyampaikan kekecewaan dan kekhawatiran mereka atas keputusan Presiden Donald Trump yang menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran.

Dalam sebuah pernyataan gabungan, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Emmanuel Macron, dan Kanselor Jerman Angela Merkel menekankan bahwa negara mereka akan terus berkomitmen pada Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

"Kesepakatan ini penting untuk keamanan kita bersama," ujar mereka.

Trump pada Selasa menarik AS dari partisipasinya dalam perjanjian nuklir terkemuka dengan Iran. Dia memutuskan untuk tak memperpanjang pembebasan kepada pada Iran sebelum tenggat waktu pada 12 Mei, dan berjanji akan memberlakukan kembali sanksi ekonomi AS terkait senjata nuklir.

Ketiga negara itu menegaskan bahwa JCPOA didukung oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat dalam Resolusi 2231, sehingga tetap menjadi kerangka hukum internasional yang mengikat untuk penyelesaian sengketa program nuklir Iran.

"Kami mendesak semua pihak untuk tetap berkomitmen penuh dan bertindak dengan tanggung jawab," tegas mereka.

“Iran mematuhi pembatasan yang ditetapkan oleh JCPOA sejalan dengan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Sebagai hasilnya, dunia menjadi tempat yang lebih aman. Oleh karena itu, kami, E3 [Inggris, Prancis dan Jerman] akan tetap berkomitmen pada JCPOA,” jelas ketiganya.

Pemimpin tiga negara juga mengatakan bahwa pemerintah mereka akan memastikan implementasi perjanjian tersebut berjalan dengan baik, dan akan bekerja dengan pihak-pihak yang tersisa dalam kesepakatan, termasuk memastikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi rakyat Iran yang terkait dengan perjanjian tersebut.

Dalam pernyataan itu, AS juga didesak untuk memastikan bahwa struktur JCPOA tetap utuh, serta menghindari tindakan yang mengganggu implementasi penuh JCPOA oleh pihak lain.

"Kami meminta AS untuk mengupayakan segala kemungkinan untuk mempertahankan keuntungan non-proliferasi nuklir yang lahir dari JCPOA," tambah mereka.

Ketiganya juga meminta Iran untuk menahan diri dalam menanggapi keputusan AS, memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan, dan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“IAEA harus terus melaksanakan program verifikasi dan pemantauan jangka panjang tanpa batasan atau rintangan. Iran juga harus terus menerima bantuan sanksi sesuai dengan ketentuan kesepakatan," kata mereka lagi dalam pernyataan.

Para pemimpin menegaskan kembali bahwa komitmen mereka terhadap keamanan sekutu dan mitra mereka tidak tergoyahkan. "Kami juga harus menangani kekhawatiran bersama dengan baik, termasuk program rudal balistik Iran dan aktivitas regionalnya yang tidak stabil, terutama di Suriah, Irak dan Yaman,"

Mereka menambahkan, mereka telah memulai diskusi yang konstruktif dan saling menguntungkan mengenai isu-isu ini, dan berkomitmen untuk meneruskan diskusi ini dengan mitra-mitra utama dan negara-negara yang terdampak di kawasan itu.

"Kami dan para menteri luar negeri kami akan menjangkau semua pihak ke JCPOA untuk mencari solusi positif," tegas ketiganya.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.