Mustafa Yıldırım
30 Oktober 2017•Update: 31 Oktober 2017
Mustafa Yildirim
IZMIR, Turki
Pasukan keamanan Turki menangkap 143 orang yang diduga terkait Daesh di delapan kota dalam operasi pemberantasan teroris Daesh sebelum dan pada Hari Kemerdekaan Republik Turki, 29 Oktober kemarin.
Sejumlah di antaranya merupakan warga negara asing dan petinggi organisasi teroris Daesh.
Pasukan keamanan Turki juga menyita senjata dalam jumlah besar, berupa senapan, amunisi, dokumen organisasi, dan informasi digital.
Kepolisian Istanbul juga menggerebek dua rumah yang dicurigai menjadi sarang teroris.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Kantor Cabang Anti Teror (TEM) dan Direktorat Pemusnahan Bom, polisi mendapati kebakaran di dua rumah berbeda, di Arnavutköy dan Esenyurt. Dari kedua rumah itu polisi menemukan zat kimia yang biasa digunakan untuk pembuatan bom, bola logam, paku, sekrup, remote control, motor, baterai dan berbagai bahan yang digunakan untuk alat peledak.
Polisi Istanbul kemudian menangkap empat anggota teroris Daesh, satu di antaranya ditangkap dalam kondisi terluka, kemarin.
Kantor Kejaksaan Ankara merilis telah menangkap 55 warga asing yang dicurigai anggota organisasi teroris Daesh melalui 49 operasi yang diselenggarakan di ibukota Turki tersebut.
Beberapa tersangka yang ditangkap mengaku sedang mempersiapkan melakukan aksi teror pada upacara perayaan Hari Republik.
Pada operasi anti terorisme di Bursa, sebanyak 39 orang ditahan, dua di antaranya warga negara Azerbaijan dan 28 lainnya berasal dari Suriah.
Di kota Erzurum, 22 orang ditahan termasuk beberapa yang menjadi petinggi Daesh.
Di Izmir, dalam dua hari terakhir 15 anggota organisasi teroris Daesh ditangkap, dua dari enam warga Suriah yang ditangkap itu adalah wanita.
Di kota Sanlıurfa, lima orang warga Suriah ditahan. Empat orang Irak di kota Cankiri, empat warga Irak, dan satu warga Tatarstan ditangkap dalam operasi di kota Eskisehir.