Hayati Nupus
22 September 2017•Update: 22 September 2017
Sejak dua tahun lalu Indonesia telah menyiapkan habitat untuk sepasang panda asal Tiongkok di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat yang akan datang 28 September mendatang.
Habitat itu berupa bukit kecil di ketinggian 1500 mdpl dengan suhu hingga 17 derajat celcius di malam hari dan 28 derajat celcius di siang hari, lengkap dengan sumber air, 10 hektare tanaman bambu sebagai sumber makanan, vaksin dan 4 kandang.
“Hampir sesuai dengan habitat alam yang ada di Tiongkok,” ujar Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat.
Persiapan tempat ini, kata Jansen, menghabiskan dana tak sedikit, “Sekitar puluhan miliar.”
Taman Safari Indonesia juga telah menyiapkan 2 orang dokter dan 8 orang penjaga. Mereka telah belajar konservasi panda sejak lama langsung dari Tiongkok.
“Saya yakin dengan kerja sama erat dan koordinasi kedua negara, panda pasti akan bisa menikmati hidup baru di Indonesia,” ujar Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Sun Weide.
Taman Safari Indonesia telah lama berupaya melestarikan satwa endemik, di antaranya 60 ekor gajah dan ratusan harimau Sumatera. Indonesia juga telah berbagi pengetahuan kepada Tiongkok mengenai konservasi harimau Sumatera.
Sepasang panda ini merupakan bentuk kerja sama konservasi yang disepakati kedua negara pada 1 Agustus 2016 lalu di Guiyang, Tiongkok.
Panda betina bernama Hu Chun, 7 tahun, dengan bobot 113 kg, sementara panda jantan bernama Cai Tao, 7 tahun berbobot 128 kg. Keduanya berada dalam usia produktif dan siap kawin.
Setelah dikarantina selama sebulan di Taman Safari Indonesia, rencananya panda akan bisa disaksikan publik dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping.