Astudestra Ajengrastrı
22 Januari 2018•Update: 23 Januari 2018
Astudestra Ajengrastrı
JAKARTA
Sudah sekitar empat bulan ini para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantar Panjang, Cikeusal, Serang, mesti belajar tak ubahnya para pengungsi anak di wilayah bencana, di balik tenda terpal besar.
Hanya beralaskan tanah, ‘ruang kelas’ pun becek ketika hujan turun tanpa ampun di musim penghujan seperti sekarang ini.
Bahkan sekitar seminggu yang lalu, menurut situs Kabar Banten, angin kencang menerbangkan atap terpal tenda darurat dan membuat para siswa terpaksa belajar tanpa atap.
“Kalau dibilang sulit, ya, pasti sulit. Kalau hujan becek, kalau sedang panas jam 10.30 sudah kegerahan. Siswa jadi kurang nyaman,” kisah Ahmad Robani, guru kelas 6 SDN Bantar Panjang yang ditemui oleh Anadolu Agency, Senin.
Menurut Ahmad, rusaknya bangunan sekolah sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Atap-atap plafon ambrol dan dinding retak-retak. Oktober 2017, hasil rembukan para guru dan orang tua murid memutuskan supaya kegiatan belajar-mengajar diadakan di tenda darurat, ketimbang menanggung risiko siswa tertimpa bangunan.
“Tahun kemarin sudah ada bantuan rehabilitasi, tapi katanya gagal lelang,” tutur Ahmad.
Kini, kata Ahmad, tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu.
“Dinas [pendidikan] sudah beberapa kali datang untuk mengecek tekstur tanah, katanya akan segera dibangun. Kalau kata kepala sekolah, sabar saja. Mungkin Maret,” tambah dia.
Ahmad hanya menambahkan harapannya supaya bila nanti benar sekolah ini kembali dibangun, pemerintah tidak memindahkan lokasinya. Murid-murid di sini mayoritas adalah anak para petani yang tinggal di sekitar sekolah.
“Kami hanya ingin anak-anak merasa nyaman, tidak ada kendala dalam proses pembelajaran,” tutup Ahmad.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang menyebut sudah menganggarkan Rp850 juta untuk merehabilitasi SDN Bantar Panjang. Dana ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2018.
“Sudah ada, secepatnya kami tangani,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Ajat Gunawan seperti dilansir dari laman berita lokal Kabar Banten.
Sebelumnya diketahui, ada beberapa sekolah negeri yang sudah tak layak pakai di Kabupaten Serang.
“Tapi SDN Bantar Panjang ini sudah darurat dan harus didahulukan,” ujar dia.