Erric Permana
09 Desember 2018•Update: 09 Desember 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi untuk membahas dan menandatangani MoU penyelenggara haji 1440H/2019M atau yang biasa disebut dengan Ta'limatul Hajj pada 10 Desember 2018.
Rencananya pada Minggu sore nanti Lukman Hakim Saifuddin akan bertolak ke Jeddah, Arab Saudi.
"Indonesia akan kembali mengusulkan pentingnya perbaikan sarana prasarana di Arafah dan Mina," ujar Menteri Agama di Jakarta.
Menurut Menag, prasarana di Armina akan selalu menjadi persoalan krusial dalam penyelenggaran haji. Meski terus dilakukan perbaikan, kata dia diperlukan terobosan agar jemaah haji bisa lebih nyaman dalam beribadah di sana.
"Catatan layanan Arafah terkait dengan pendingin tenda. Ini penting mengingat musim haji tahun ini diperkirakan bertepatan dengan puncak musim panas," jelas Menag.
Untuk Mina, isu pokok yang akan dibahas yakni mengenai ketersediaan tenda dan toilet. Indonesia berharap Saudi bisa mengambil langkah solutif terkait hal ini.
"Misalnya, dengan menyiapkan tenda bertingkat dan menambah toilet," kata dia.
Kemenag sendiri tambah Lukman, berencana menerapkan sistem zonasi untuk akomodasi jemaah. Penempatan hotel akan dikelompokkan sesuai wilayah di Indonesia. Hal itu diharapkan menambah kenyamanan jemaah dan memudahkan layanan variasi menu catering.
"Setiap tahun selalu ada sekitar 6-7 maktab jemaah haji Indonesia di Mina Jadid. Tahun ini kami berencana menempatkan mereka di kawasan terdekat jamarat (syisah dan aziziah) sehingga mereka bisa kembali ke hotel pada fase Mabit di Mina," tandas dia.
Selain bertemu Menteri Haji Saudi, Menag dijadwalkan meninjau Kantor Urusan Haji (KUH) yang baru di Jeddah serta update sejumlah persiapan layanan di Madinah. Menag dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Rabu, 12 Desember 2018.