Erric Permana
09 Desember 2018•Update: 09 Desember 2018
Eric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengirimkan dua orang tenaga ahli pertanian ke Myanmar untuk membantu meningkatkan kualitas pertanian di negara tersebut.
Ini merupakan kerja sama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertanian dengan Non-Alligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC)
Dubes RI untuk Myanmar Iza Fadri mengatakan program pengiriman tenaga ahli ke Myanmar merupakan salah satu upaya Indonesia membantu Pemerintah Myanmar yang tengah meningkatkan kapasitas di bidang pertanian.
"Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam mendorong percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Iza Fadri melalui keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Minggu.
Pelatihan dari Pemerintah Indonesia yang akan dilaksanakan di Myanmar selama empat hari diikuti oleh 23 orang petani dari enam kawasan di seluruh penjuru Myanmar yakni, Mandalay, Bago, Yangon, Nay Pyi Taw, Shan, dan Rakhine.
"Selain itu pelatihan juga diikuti oleh 7 orang peserta dari kalangan Pemerintah, akademisi, dan LSM yang bergerak di bidang pertanian," tambah Iza Fadri.
Para peserta kata dia akan belajar mengenai teknik budi daya dan pengolahan pasca panen untuk komoditi sayuran berdaun seperti kangkung, pokcay, sawi, kol, dan bayam.
"Kedua tenaga ahli yang dikirim berasal dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang merupakan salah satu sentra pengembangan pelatihan tanaman hortikultura di Indonesia," kata dia.
Iza juga mengatakan keduanya telah cukup berpengalaman dalam mengajar dan melatih para petani dari berbagai negara, baik pelatihan yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Direktur Regional Yangon pada Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Pengairan Myanmar U Kyaw Kyaw menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat tepat lantaran negaranya memiliki kebutuhan untuk meningkatkan kualitas produk buah-buahan dan sayuran.