Hayati Nupus
21 Juni 2018•Update: 22 Juni 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah menyebut pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, sudah tinggal 10 persen.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan, mengatakan sudah sejak Rabu pekan lalu petugas berupaya memadamkan api yang membakar lahan seluas 70 hektar di Desa Ujung Mangku, Bakongan, Aceh Selatan itu.
“Berdasarkan laporan sudah tinggal 10 persen saja,” tegas Raffles, Kamis, di Jakarta.
Meski begitu, kata Raffles, kebakaran masih terus terjadi karena berlokasi di lahan gambut yang mudah terbakar.
Hingga Senin lalu, ujar Raffles, KLHK telah menambah 30 personel Manggala Agni Daops Sibolangit Sumatera Utara untuk membantu aparat setempat.
Raffles mengatakan pemerintah setempat dan BPBD sudah bergerak cepat begitu kebakaran terjadi. Namun karena lokasi kebakaran berada di wilayah terpencil, petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke lokasi.
Bupati Aceh Selatan, ujar Raffles, telah menetapkan Status Siaga Darurat di TNGL sejak 13 Juni lalu hingga 18 Agustus 2018.
“Ini menuntut kewaspadaan kita semua, agar karhutla yang terjadi dapat segera diatasi dan upaya pencegahan harus ditingkatkan, sehingga tidak muncul potensi karhutla lagi,” kata dia.
Cuaca panas, ungkap Raffles, mengakibatkan sejumlah wilayah seperti Sumatera dan Kalimantan menjadi rentan karhutla. Hingga kini Manggala Agni terus berpatroli dan bersosialisasi ke masyarakat di wilayah rawan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
Raffles menambahkan, sampai saat ini setidaknya terdapat delapan titik panas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Tersebar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.