Enes Duran
30 Maret 2018•Update: 31 Maret 2018
Enes Duran
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis berbicara melalui telepon dengan rekan-rekannya di Serbia dan Kosovo untuk membahas penahanan seorang politisi Serbia, menurut sumber presiden pada hari Kamis.
Erdogan berbicara tentang ketegangan antara Serbia dan Kosovo setelah Marko Djuric, kepala kantor Beograd untuk Kosovo, ditahan pada Senin lalu di Kosovo utara.
Presiden menyerukan kepada Aleksandar Vucic dari Serbia dan Hashim Thaci ke Kosovo untuk berhati-hati dalam memastikan bahwa insiden ini tidak akan merusak dialog Belgrade-Pristina.
Dialog antara Serbia dan Kosovo sangat penting, kata Erdogan.
Turki siap memberikan kontribusi apapun untuk perdamaian antara kedua negara, katanya.
Kosovo - bekas provinsi Serbia - mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 2008 dan diakui oleh lebih dari 100 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki.
Belgrade bersikeras bahwa wilayah itu masih merupakan bagian dari Serbia.
Pada tahun 2011 dialog Serbia-Kosovo diprakarsai oleh Uni Eropa, karena percaya pengakuan Serbia terhadap Kosovo harus menjadi tujuan akhir negosiasi. Sejak itu, tim negosiasi dari kedua negara telah melakukan pembicaraan di Brussels.