Muhammad Nazarudin Latief
21 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Badan Restorasi Gambut (BRG) mengidentifikasi ulang areal rawan terbakar di wilayah target restorasi gambut, seiring bertambahnya titik api di Sumatra dan Kalimantan.
Kepala BRG, Nazir Foead, mengatakan pemantauan ini dilakukan secara periodik untuk mengamati titik api dan tinggi muka air di lahan gambut.
"Kami mendukung reaksi cepat untuk mencegah kebakaran hutan di target relokasi gambut," ujar Nazir dalam siaran pers, Rabu.
Langkah berikutnya, menurut Nazir adalah membentuk posko pemantauan dan patroli kebakaran di desa-desa gambut rawan kebakaran. Sasarannya adalah lokasi yang belum ada posko serupa.
BRG, menurut Nazir, juga melakukan pembasahan gambut dengan lebih intensif dan mempeluas cakupannya.
Pemerintah memberi BRG target untuk merestorasi 2 juta hektare lahan gambut pada tujuh provinsi hingga 2020. Provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Target tahun lalu, BRG menargetkan untuk merestorasi gambut sampai 400 ribu hektare atau 20 persen dari total target.