Muhammad Nazarudin Latief
01 Januari 2019•Update: 02 Januari 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Aktivitas vulkanik Gunung Krakatau di Selat Sunda menurun sejak Jumat lalu hingga kini, ujar Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Senin.
Menurut Sutopo, rekaman seismograf pada pos pemantauan gunung tersebut Senin pukul 00.00 - 06.00 WIB mencatat empat kali gempa dengan amplitudo 10-14 mm dan durasi 36-105 detik.
“Tubuh Gunung Krakatau sendiri telah berubah akibat erupsi yang terus-menerus,” ujar dia.
Tinggi Gunung Anak Krakatau yang semula 338 meter, saat ini hanya 110 meter.
Volumenya juga menurun, dari sekitar 150-180 juta meter kubik saat ini menjadi 40-70 juta meter kubik.
“Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi 24-27 Desember lalu,” ujar dia.
Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) material Gunung Krakatau inilah yang menyebabkan tsunami Selat Sunda 22 Desember lalu.
Di seluruh dunia, tsunami yang disebabkan longsoran material sangat langka, hanya sekitar 3 persen, sedangkan 80 persen tsunami disebabkan oleh gempa tektonik dan 5 persen disebabkan erupsi gunung api.