Saadet Gökce, Ahmad Adil
07 April 2026•Update: 07 April 2026
Sejumlah negara di Asia terus mengambil langkah untuk meredam dampak krisis energi yang kian memburuk akibat terganggunya pasokan menyusul pembatasan pelayaran di Selat Hormuz di tengah perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Pengiriman melalui selat tersebut mengalami pembatasan ketat sejak konflik dimulai, memperketat pasokan energi dan menekan negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.
Thailand dorong kerja dari rumah dan penghematan energi
Thailand pada Senin mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyerukan langkah-langkah seperti pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, peningkatan penggunaan transportasi umum, berbagi kendaraan, serta penghematan energi, menurut pernyataan di akun Facebook resminya.
Ia menambahkan bahwa langkah tambahan dapat diberlakukan dalam waktu dekat jika diperlukan.
Korea Selatan cari jalur energi alternatif melalui Laut Merah
Korea Selatan akan mengalihkan sebagian pengiriman minyak mentah melalui Laut Merah sebagai alternatif Selat Hormuz, menurut laporan Korea JoongAng Daily.
Dalam skema tersebut, minyak mentah akan disalurkan melalui pipa dari Arab Saudi bagian timur ke pelabuhan Yanbu di barat untuk kemudian diekspor menggunakan kapal tanker. Meski kapasitas ekspor Yanbu terbatas sekitar 5 juta barel per hari, Seoul menilai jalur ini sebagai jalur vital bagi pasokan energi.
“Dalam situasi di mana jalur impor alternatif terbatas, kami tidak dapat sepenuhnya menghentikan pengiriman karena risiko,” kata Presiden Lee Jae Myung dalam rapat kabinet. “Kami harus menerima tingkat risiko tertentu untuk menjamin pasokan energi nasional.”
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri menyatakan Korea Selatan tengah berkomunikasi dengan berbagai negara terkait, termasuk Iran, mengenai keselamatan pelayaran.
Sebelumnya, Seoul juga berupaya memperkuat kerja sama dengan negara-negara Teluk untuk menstabilkan pasokan energi.
Pakistan percepat penutupan pusat perbelanjaan
Pemerintah Pakistan memutuskan bahwa bazar, pasar, dan pusat perbelanjaan akan tutup pukul 20.00 waktu setempat di seluruh negeri, kecuali di provinsi Sindh, menurut pernyataan kantor Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, toko diizinkan tetap buka hingga pukul 21.00.
Sharif sebelumnya juga mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik di seluruh negeri, menurut laporan media.
Kapal India terus melintasi Selat Hormuz
Pada Senin, dua kapal tanker gas petroleum cair (LPG) berbendera India berhasil melintasi Selat Hormuz, sehingga total kapal yang melintasi jalur tersebut menjadi delapan sejak konflik Timur Tengah dimulai.
Kapal-kapal tersebut menuju pelabuhan di India.
Secara terpisah, penyiar Jepang NHK melaporkan satu kapal terkait Jepang juga melintasi selat tersebut pada Senin.
Perusahaan Mitsui O.S.K. Lines mengonfirmasi bahwa kapal tanker LPG berbendera India GREEN ASHA telah melintasi jalur tersebut dan tengah menuju India.
Sebanyak 42 kapal terkait Jepang masih berada di Teluk Persia hingga Senin.
Indonesia dan Malaysia naikkan biaya penerbangan
Indonesia pada Senin menyetujui kenaikan biaya tambahan bahan bakar sebesar 38 persen untuk maskapai domestik di tengah lonjakan harga minyak global, menurut laporan Jakarta Globe.
Maskapai Malaysia AirAsia X juga menyatakan akan menaikkan tarif hingga 40 persen, memberlakukan kenaikan biaya bahan bakar sebesar 20 persen, serta mengurangi sejumlah penerbangan, menurut laporan Malay Mail.