Saadet Gökce
07 April 2026•Update: 07 April 2026
Presiden China Xi Jinping menyerukan percepatan pembangunan sistem energi baru guna menjaga ketahanan energi di tengah gangguan pasokan global akibat perang di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya pada Senin, Xi menekankan pentingnya pengembangan energi air dan perlindungan ekologi, serta ekspansi tenaga nuklir yang aman dan teratur, sebagaimana dilaporkan media pemerintah CCTV.
“Pengembangan energi angin dan surya yang kami lakukan sejak awal kini terbukti visioner. Pada saat yang sama, pembangkit listrik tenaga batu bara tetap menjadi fondasi energi kami dan harus terus berperan sebagai penopang,” ujar Xi.
Ia menambahkan bahwa China harus tetap berkomitmen pada jalur pembangunan energi bersih dan rendah karbon.
China diketahui memiliki cadangan strategis minyak mentah sebesar 1,3 miliar barel, yang cukup untuk beberapa bulan, serta bauran energi yang beragam mencakup nuklir, surya, dan angin, meski masih bergantung pada batu bara domestik.
Xi juga menegaskan bahwa isu energi sangat krusial bagi pembangunan. Menurutnya, sistem energi baru yang lebih hijau, beragam, dan tangguh akan menjadi jaminan kuat bagi keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi China.
Pada 2024, China memperoleh 35 persen kebutuhan energinya dari negara-negara Teluk dengan nilai impor mencapai 413 miliar dolar AS.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, yang hingga kini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, dan juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.
Tiga kapal China dilaporkan baru-baru ini melintasi Selat Hormuz.