Maria Elisa Hospita
17 Oktober 2018•Update: 17 Oktober 2018
Ali Atar
ISTANBUL
Turki dan Inggris harus menandatangani sebuah kesepakatan perdagangan bebas (FTA) untuk melindungi perdagangan bilateral yang terdampak oleh Brexit.
Devrim Cubukcu, seorang anggota dewan eksekutif Business Council Inggris, mengatakan: "Jika kedua negara tidak menandatangani FTA, ekspor Turki akan tertahan di bea cukai Inggris dan perdagangan bebas akan sangat terpengaruh,"
Situasi itu akan memutus rantai pasokan di Uni Eropa padahal Turki merupakan kompenen penting dari otomotif, perdagangan retail, dan pertahanan.
Mehmet Tan, General Manager Uni Eropa di Kementerian Perdagangan Turki mengatakan bahwa Inggris adalah destinasi penting bagi investasi Turki
"Kedua negara menjalin kerja sama di beberapa bidang, di antaranya otomotif, tekstil, mesin, pertahanan, penerbangan, dan energi terbarukan," ujar dia.
Tan menambahkan perdagangan antara kedua negara harus bebas pajak.
Sementara itu, Emma Edhem, ketua Kamar Dagang dan Industri Turki Inggris mengatakan Turki berada di posisi ekonomi yang kuat.
"Meskipun Brexit terjadi, perdagangan kedua negara tidak akan terpengaruh," kata dia lagi.