Ahmet Gurhan Kartal
21 Desember 2017•Update: 22 Desember 2017
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Kelompok anggota parlemen Inggris pada Rabu memaparkan kondisi tunawisma di Inggris, dengan menyebutnya sebagai krisis nasional.
Komite Akreditasi Nasional (PAC) menyebut kondisi tunawisma mengerikan, dengan melihat jumlah tunawisma yang tidur di jalanan sudah mencapai 9.100 orang.
Laporan tersebut menekankan bahwa "lebih dari 78.000 rumah tangga, termasuk lebih dari 120.000 anak-anak, tidak memiliki tempat tinggal dan tinggal di akomodasi sementara".
Disebutkan pula bahwa jumlah keluarga yang tinggal di akomodasi sementara seperti hostel telah meningkat lebih dari 60 persen sejak 2010.
"Sejak Maret 2011, jumlah warga yang tidur di lingkungan yang tidak memadai meningkat hingga 134 persen," kata laporan tersebut.
Laporan PAC menyebutkan bahwa data terbaru dari pemerintah belum termasuk "tunawisma tersembunyi", yakni mereka yang tinggal dengan keluarga atau temannya.
"Data terbaru menunjukkan bahwa pendekatan pemerintah gagal dalam mengatasi kesengsaraan yang dialami oleh ribuan keluarga dan individu," ujar Ketua Komite Meg Hillier, anggota parlemen Partai Buruh.
"Tunawisma bisa merusak kehidupan orang-orang yang mengalaminya: orang yang tidak cukup tidur rata-rata meninggal dunia sebelum berusia 50 tahun, dan anak-anak yang tinggal di akomodasi sementara dalam waktu yang lama akan lebih tertinggal dalam pendidikan dibanding dengan teman sebayanya," tambah laporan tersebut.
Sejumlah anggota parlemen telah mendesak pemerintah untuk segera menanggapi serangkaian rekomendasi dalam laporan tersebut.