ANKARA
Serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam empat hari pertama dilaporkan menyebabkan kerugian sekitar 2 miliar dolar AS dalam bentuk peralatan militer, berdasarkan estimasi dan data sumber terbuka yang dihimpun Anadolu.
Menurut kompilasi data tersebut, sejak dimulainya serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, kerusakan yang ditimbulkan Iran terhadap aset militer AS di kawasan Timur Tengah diperkirakan mencapai sekitar 1,902 miliar dolar AS.
Sebagian besar kerugian berasal dari hancurnya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar akibat serangan rudal Iran. Nilai sistem radar tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,1 miliar dolar AS.
Kerugian lain berasal dari jatuhnya tiga jet tempur F-15E Strike Eagle yang diduga terkena tembakan “teman sendiri” oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Penggantian tiga pesawat tempur itu diperkirakan menelan biaya sekitar 282 juta dolar AS.
Serangan Iran juga menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, ibu kota Bahrain. Serangan tersebut merusak dua terminal komunikasi satelit serta sejumlah struktur besar lainnya.
Terminal komunikasi satelit tipe AN/GSC-52B yang menjadi sasaran serangan masing-masing diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS.
Selain itu, citra satelit sumber terbuka menunjukkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik militer AS di Uni Emirat Arab juga hancur dalam serangan tersebut. Nilai radar tersebut diperkirakan mencapai sekitar 500 juta dolar AS.
Iran menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan setelah Washington dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Tujuh lokasi militer yang menjadi sasaran meliputi markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali al-Salem dan Camp Buehring di Kuwait, pangkalan militer di Erbil, Irak, Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab, serta Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.
Citra satelit menunjukkan kerusakan pada beberapa bangunan di Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait setelah serangan Iran. Dalam serangan yang menargetkan Camp Arifjan, enam personel militer AS dilaporkan tewas.
Sebuah video yang diklaim direkam di Camp Buehring menunjukkan sebuah pesawat nirawak terbang di atas fasilitas tersebut sebelum meledak di sekitar area pangkalan.
Media Amerika Serikat, The New York Times, juga melaporkan berdasarkan foto dan rekaman yang diverifikasi bahwa Iran berulang kali menargetkan fasilitas militer AS di Bandara Internasional Erbil, Irak. Citra satelit yang diperoleh media tersebut memperlihatkan empat bangunan di pangkalan itu rusak atau hancur.
Di Uni Emirat Arab, citra satelit di Pelabuhan Jebel Ali memperlihatkan asap mengepul dari sebuah bangunan yang digunakan Angkatan Laut AS sebagai area rekreasi.
Dengan demikian, kerugian peralatan militer AS setelah memulai serangan terhadap Iran diperkirakan mencapai hampir 2 miliar dolar AS dalam empat hari pertama konflik tersebut.
Selain pangkalan militer, sejumlah perwakilan diplomatik AS di kawasan juga menjadi sasaran serangan balasan Iran, termasuk di Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Media lokal melaporkan dua pesawat nirawak menghantam kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan insiden itu menyebabkan kebakaran terbatas serta kerusakan material ringan.
Sementara itu, laporan Washington Post menyebut kantor Badan Intelijen Pusat AS (CIA) yang berada di kompleks kedutaan tersebut juga terkena serangan.
Kedutaan Besar AS di Kuwait juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak. Kedutaan menyatakan operasional dihentikan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara personel yang tidak esensial dan keluarga mereka telah dievakuasi.
Di Uni Emirat Arab, Konsulat Jenderal AS di Dubai turut menjadi sasaran pesawat nirawak Iran. Serangan tersebut menghantam area parkir di dekat gedung konsulat dan memicu kebakaran yang kemudian berhasil dikendalikan, meski menyebabkan kerusakan pada kompleks tersebut.
Serangan militer terhadap Iran dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari ketika perundingan antara Teheran dan Washington masih berlangsung.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target di kawasan, termasuk Israel serta negara-negara yang menampung pangkalan militer AS seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Iran juga melaporkan ratusan korban jiwa akibat serangan AS dan Israel. Bulan Sabit Merah Iran menyatakan sedikitnya 787 orang tewas dalam serangan tersebut.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
