Pentagon sebut AS punya cukup amunisi untuk operasi militer melawan Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan negaranya memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan operasi militer terhadap Ira
ISTANBUL
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa negaranya memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk mempertahankan operasi militer yang sedang berlangsung terhadap Iran, sekaligus menepis spekulasi bahwa pasukan AS dapat menghadapi kekurangan persenjataan.
Berbicara di markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Tampa, Florida, pada Kamis bersama Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, Hegseth mengatakan kepemimpinan Iran telah salah memperhitungkan jika menganggap Washington tidak mampu mempertahankan intensitas operasi militer tersebut.
“Iran berharap kami tidak dapat mempertahankan operasi ini, yang merupakan salah perhitungan besar bagi IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) di Iran,” kata Hegseth.
Ia menegaskan tidak ada kekurangan tekad dari pihak Amerika Serikat, seraya menyebut stok senjata ofensif dan defensif yang dimiliki negaranya memungkinkan kampanye militer tersebut terus berlangsung hingga tujuan operasi tercapai.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya kampanye militer Amerika Serikat yang menargetkan kemampuan militer Iran.
Hegseth mengatakan pasukan AS telah melancarkan serangan yang disebutnya “menghancurkan dan presisi” pada tahap awal operasi, termasuk tindakan yang menurutnya membuat sebagian besar angkatan laut Iran tidak lagi efektif secara tempur.
Ia juga menyebut sejumlah lokasi peluncur rudal dan sistem peluncuran telah dinetralisir, serta keunggulan udara telah tercapai di wilayah tempat pasukan AS beroperasi.
Menurut Hegseth, kemampuan militer Amerika Serikat dan Israel yang dapat dikerahkan terhadap Iran bahkan dapat berlipat ganda dari yang saat ini digunakan.
Laporan jet tempur AS ditembak jatuh dibantah
Hegseth juga menolak laporan yang menyebut Iran berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 milik Amerika Serikat. Ia menilai klaim tersebut sebagai bagian dari penyebaran informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, Iran berupaya menyebarkan klaim yang tidak akurat dan melebih-lebihkan situasi, terutama untuk tujuan propaganda domestik.
Sementara itu, Komandan CENTCOM Brad Cooper mengatakan kekuatan militer AS di kawasan terus meningkat sementara kemampuan Iran semakin menurun.
Ia menyatakan dominasi udara memungkinkan pasukan AS menyerang pusat kekuatan Iran dengan daya jangkau dan kekuatan yang besar.
Menurut Cooper, dalam 72 jam terakhir pembom Amerika Serikat telah menyerang hampir 200 target di dalam wilayah Iran, termasuk lokasi di sekitar Teheran.
Ia juga mengatakan dalam satu jam terakhir pembom siluman B-2 menjatuhkan puluhan bom penembus seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur rudal balistik yang berada jauh di bawah tanah.
Cooper menambahkan bahwa pasukan AS juga melakukan serangan besar terhadap aset angkatan laut Iran, dengan lebih dari 30 kapal Iran disebut telah ditenggelamkan atau dihancurkan selama operasi tersebut.
Ia menyebut serangan rudal balistik Iran terhadap pasukan AS telah menurun sekitar 90 persen sejak hari pertama kampanye militer, sementara serangan drone turun sekitar 83 persen.
Fokus tahap berikutnya pada produksi rudal
Cooper mengatakan tahap berikutnya dari operasi militer akan difokuskan pada penghancuran kemampuan produksi rudal Iran.
Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya menargetkan persenjataan yang dimiliki Iran saat ini, tetapi juga bertujuan menghancurkan kemampuan negara itu untuk membangun kembali sistem persenjataan tersebut.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut akan memerlukan waktu, namun pasukan AS tetap memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan misi.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
