Iqbal Musyaffa
30 September 2020•Update: 01 Oktober 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan realisasi penyerapan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 hingga 28 September baru mencapai Rp21,79 triliun atau 24,9 persen dari pagu anggaran Rp87,55 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan realisasi anggaran tersebut terdiri dari insentif untuk tenaga kesehatan di pusat dan daerah sebesar Rp3,1 triliun.
“Kemudian ada santunan kematian tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 sebesar Rp29 miliar untuk 96 tenaga kesehatan,” ujar Suahasil dalam konferensi pers virtual, Rabu.
Selanjutnya, realisasi anggaran juga berasal dari penyerapan anggaran oleh Gugus Tugas Covid-19 sebesar Rp3,22 triliun, belanja penanganan Covid-19 sebesar Rp11,67 triliun, serta bantuan iuran jaminan kesehatan nasional sebesar Rp1,19 triliun untuk 35,9 juta peserta.
“Untuk insentif perpajakan sektor kesehatan realisasinya sebesar Rp2,58 triliun,” tambah Suahasil.
Dia mengatakan realisasi penyerapan anggaran kesehatan sudah semakin cepat dibandingkan semester pertama lalu yang masih sebesar Rp4,96 triliun.
Pada Juli terjadi penyerapan Rp2,11 triliun, lalu pada Agustus terserap Rp6,89 triliun, dan sebanyak Rp7,82 triliun anggaran kesehatan terserap pada September.
“Akselerasi belanja penanganan Covid-19 didorong oleh percepatan proses klaim biaya perawatan serta pengadaan sarana dan prasarana kesehatan,” kata dia.
Kemudian untuk pengadaan vaksin akan menggunakan alokasi biaya penanganan Covid-19 pada tahun 2020 ini.