Nicky Aulia Widadio
30 September 2020•Update: 01 Oktober 2020
JAKARTA
Sebanyak 847 keluarga terdampak banjir di Binjai, Sumatera Utara yang terjadi pada Rabu dini hari.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan banjir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa malam.
Ada dua kecamatan terdampak yakni Binjai Selatan dan Binjai Kota.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga harus mengungsi.
“Sebagian korban mengungsi sementara waktu di kantor kelurahan dan rumah saudara serta tetangga,” kata Raditya melalui siaran pers, Rabu.
BPBD Binjai juga telah membuka pos dapur umum di empat titik untuk memberikan pelayanan kepada korban terdampak.
Menurut Raditya, banjir telah berangsur surut pada Rabu siang, namun masih ada yang tergenang dengan ketinggian 40-120 sentimeter.
Kota Binjai termasuk wilayah yang memiliki potensi banjir dengan tingkat bahaya sedang hingga tinggi.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia pada masa pancaroba selama September-Oktober 2020.