Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 September 2019•Update: 18 September 2019
LONDON
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Selasa mengecam serangan terhadap fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi akhir pekan lalu.
Menurut pernyataan resmi Pemerintah Inggris, Johnson membahas serangan soal serangan tersebut melalui telepon dengan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.
“Inggris berdiri bersama Arab Saudi dan berkomitmen untuk keamanan negara,” ujar dia.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Johnson dan Salman mencatat perlunya menetapkan fakta tentang apa yang terjadi.
Sang perdana menteri menegaskan kembali pentingnya tanggapan kolektif dan mendorong Putra Mahkota untuk terus bekerja sama dengan mitra internasional.
Sebelumnya pada Selasa, Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel setuju untuk memberikan respon kolektif terhadap serangan tersebut.
Pemberontak Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Aramco milik Arab Saudi, Sabtu.
Arab Saudi untuk sementara waktu mengurangi produksi minyak dari dua fasilitas itu, yang setara dengan hampir 2 juta barel per hari.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada Selasa mengatakan bahwa pasokan minyak telah kembali ke tingkat yang sama sebelum serangan terjadi.
Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan itu, sementara Arab Saudi masih menunggu hasil penyelidikan.
Sejak 2015, koalisi pimpinan Saudi telah memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Akibatnya, ribuan warga Yaman terbunuh dan mendorong negara itu jatuh ke ambang bencana kelaparan.