İqbal Musyaffa
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengatakan Indonesia lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi China daripada dengan kondisi ekonomi AS.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan pelemahan ekonomi yang terjadi di China saat ini lebih terasa dampaknya daripada shut down pemerintahan AS yang hampir tidak terasa dampaknya untuk Indonesia.
Rosan menyebut perdagangan Indonesia dengan China kurang lebih 15 persen dari total transaksi perdagangan. Sementara perdagangan dengan AS sekitar 10 persen.
“Ini yang membuat dampak pelemahan ekonomi China lebih terasa di kita karena China banyak menyerap barang-barang dan komoditas kita juga,” ungkap Rosan di Jakarta, Senin.
Terkait hal tersebut, Rosan mengatakan pengusaha telah melakukan antisipasi dengan melakukan efisiensi usaha serta berkomunikasi intensif dengan pemerintah.
“Kita juga berbicara dengan pemerintah apakah bisa kita menerima insentif apabila melakukan banyak ekspor,” imbuh dia.