Iqbal Musyaffa
05 Juni 2020•Update: 07 Juni 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan nilai tukar rupiah sudah keluar dari level Rp14 ribu dan masuk ke level Rp13 ribu per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah saat ini berada di level bid sebesar Rp13.855 per dolar AS dan level offer Rp13.960 per dolar AS.
“Alhamdulillah, ini rahmat dari Allah, Tuhan yang maha kuasa bagi ekonomi, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Jumat.
Dia mengatakan penguatan nilai tukar tersebut sejalan dengan pandangan BI bahwa rupiah berpotensi terus menguat karena masih berada pada level undervalue.
“Kami menilai rupiah masih undervalue karena perhitungannya inflasi kita rendah, defisit transaksi berjalan juga rendah, dan perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri yang tinggi, serta premi risiko Indonesia belum kembali pada posisi sebelum Covid-19,” ujar Perry.
Dia mengatakan inflasi secara tahunan pada Mei berada di level 2,19 persen yang cukup rendah, serta suku bunga antara SBN 10 tahun sebesar 7,06 peren dan obligasi pemerintah AS sebesar 0,8 persen yang memiliki perbedaan tinggi yakni 6,2 persen.
Selain itu, indikator premi risiko dalam credit default swap (CDS) Indonesia yang saat ini berada di posisi 126 basis poin masih lebih tinggi dari posisi sebelum Covid-19 yang berada pada posisi 66-68 basis poin, sehingga apabila CDS semakin turun, maka nilai tukar juga berpotensi semakin menguat.
“Level CDS ini sudah lebih rendah daripada saat puncak penyebaran Covid-19 yang sempat berada di level tertinggi 245 basis poin,” jelas Perry.
Dia mengatakan faktor-faktor tersebut yang membuat BI memandang rupiah masih akan terus menguat atas dolar AS.