İqbal Musyaffa
26 Juli 2019•Update: 29 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menginformasikan bahwa aliran modal asing yang masuk sampai 25 Juli mencapai Rp192,5 triliun yang terdiri dari Rp119,3 triliun ke dalam SBN dan Rp72,2 triliun masuk ke saham.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan derasnya aliran modal asing yang masuk ini mengonfirmasi bahwa portofolio investasi kita masih terus positif.
“Ini menunjukkan confident dan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia,” kata Perry di Jakarta, Jumat.
Perry juga mengatakan kepercayaan investor ini sebagai bentuk respons yang positif terhadap kebijakan yang ditempuh otoritas baik pemerintah, BI, dan OJK serta terkait imbal hasil yang menarik di Indonesia.
Sementara itu, BI melihat nilai tukar rupiah saat ini masih bergerak stabil sebagai dampak dari terus masuknya aliran modal asing dan rendahnya premi risiko investasi di Indonesia yang dihitung berdasarkan Credit Default Swap (CDS) yang berada di level 83.
“Imbal hasil investasi masih menarik dan premi risiko rendah sehingga kalaupun rupiah sekarang naik turun, itu lebih karena faktor teknikal dan bukan fundamental,” tegas Perry.
Faktor teknikal tersebut menurut dia karena merespons kondisi yang terjadi di global terutama di Eropa terkait keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunganya di tengah banyak perkiraan ECB akan memangkas suku bunga.
“Kemudian juga masalah Brexit yang meningkat risikonya sehingga beberapa waktu lalu dolar menguat karena poundsterling melemah,” jelas Perry.
Dia menegaskan BI akan terus berada di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan melalui suplai dan demand yang baik.
“Sejauh ini kita pantau mekanisme pasar itu berjalan sangat baik dan para eksportir terus suplai pasar valas sementara para importir yang butuh dolar tidak nubruk-nubruk karena yakin dolar tersedia dan insya Allah akan terus kita jaga stabilitas nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya,” jabar Perry.