İqbal Musyaffa
02 November 2018•Update: 03 November 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar rupiah saat ini cenderung menguat dan stabil akibat kepercayaan pasar terhadap Indonesia dan juga karena berbagai kebijakan yang telah dilakukan BI bersama pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai shalat Jumat mengatakan nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini diperdagangkan dengan nilai sekitar Rp15.090.
“Kepercayaan pasar terlihat dari aliran modal asing yang masuk di Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp1,9 triliun pada minggu ini,” jelas Perry.
Sementara itu, secara year to date aliran modal asing yang sudah masuk ke SBN mencapai Rp28,9 triliun.
Respon kepercayaan pasar terhadap langkah kebijakan Indonesia menurut Perry, turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
“Kepercayaan internasional tehadap langkah kita bersama pemerintah untuk pendalaman pasar jadi faktor yang mendorong penguatan rupiah,” imbuh dia.
Selain itu, Bank Indonesia juga sudah secara resmi mengoperasikan Domestic NonDeliverable Forward (DNDF) pada awal November sebagai salah satu instrumen di pasar valas yang bisa digunakan oleh perbankan, korporasi, dan pelaku pasar keuangan selain instrumen spot dan swap.
DNDF menurut Perry, sudah digunakan oleh 11 bank untuk bertransaksi dan hari ini juga ada transaksi yang dilakukan.
Perry menambahkan saat ini rupiah pada instrumen DNDF diperdagangkan di sekitar Rp15.120 per dolar.
Penguatan rupiah juga diikuti oleh perdagangan di pasar offshore. Pergerakan pasar menurut dia, sangat bagus sehingga penguatan rupiah itu murni mekanisme pasar supply and demand.
“Oleh karena itu, saya terima kasih ke perbankan, pelaku pasar keuangan, dan korporasi yang secara aktif bertransaksi di pasar valas,” ungkap Perry.