İqbal Musyaffa
15 Juli 2019•Update: 15 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia kembali mencatatkan surplus pada neraca perdagangan untuk keempat kalinya untuk tahun ini pada bulan Juni.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan pada bulan Juni berjumlah USD0,2 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus neraca perdagangan ini terbentuk dari total ekspor USD11,78 miliar lebih besar dari impor yang berjumlah USD11,58 miliar.
“Namun, jumlah surplus pada Juni tahun ini jauh lebih rendah dari surplus pada periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD1,67 miliar,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan surplus perdagangan lainnya untuk tahun ini terjadi pada bulan Februari sebesar USD0,33 miliar, Maret USD0,67 miliar, dan Mei sebesar USD0,22 miliar.
Sementara itu, Indonesia hanya dua kali mencatatkan defisit neraca perdagangan untuk tahun ini yakni pada bulan Januar sebesar USD1,06 miliar dan April USD2,29 miliar.
“Namun, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juni masih mengalami defisit USD1,93 miliar,” imbuh Suhariyanto.
Defisit perdagangan pada enam bulan pertama tahun ini lebih besar dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah defisit USD1,2 miliar.
Neraca perdagangan Januari-Juni tahun ini jauh lebih buruk dari 2017 yang mencatatkan surplus USD7,66 miliar.
Suhariyanto menambahkan selama Januari-Juni, Indonesia berhasil mencatatkan surplus perdagangan dari Amerika Serikat dengan jumlah USD4,36 miliar.
“Surplus dagang dengan AS meningkat dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD4,11 miliar,” kata dia.
Surplus dagang lainnya diperoleh Indonesia dari India dengan jumlah USD3,55 miliar sedikit berkurang dari jumlah surplus pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,95 miliar.
Indonesia juga mencatatkan surplus perdagangan dengan Belanda dalam periode Januari-Juni tahun ini sebesar USD1,17 miliar yang sedikit menurun dari jumlah USD1,33 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pada sisi lain, Indonesia mencatatkan defisit pada neraca perdagangan dengan China sebesar USD9,23 miliar, melebar dari defisit pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD8,26 miliar.
Defisit perdagangan juga Indonesia derita dari perdagangan dengan Thailand sebesar USD1,9 miliar.
“Defisit dengan Thailand sudah berkurang dari periode Januari-Juni 2018 yang sebesar USD2,43 miliar,” kata Suhariyanto.
Defisit perdagangan terbesar Indonesia lainnya diperoleh dari Australia sebesar USD1,3 miliar, melebar dari USD1,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.