Muhammad Nazarudin Latief
08 Mei 2019•Update: 08 Mei 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia kembali membuka penawaran untuk menggarap empat wilayah kerja (WK) minyak dan gas pada investor industri hulu migas dari dalam maupun luar negeri, Rabu.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto mengatakan empat blok migas itu adalah Blok Kutai di Kalimantan Timur, Blok Bone di Sulawesi Selatan dan Blok West Ganal di lepas pantai Selat Makasar.
“Ketiganya merupakan blok eksplorasi. Sedangkan satu lagi yaitu Blok West Kampar di Riau dan Sumatera Utara adalah wilayah eks produksi,” ujar Joko, dalam siaran persnya.
Menurut Joko, potensi signature bonus atau bonus tandatangan yang akan diterima pemerintah dari lelang empat blok tersebut mencapai USD39 juta.
Seluruh Wilayah Kerja tersebut ditawarkan melalui lelang reguler dan menggunakan skema gross split, ujar Joko.
Pada blok Kutai dan Bone kontraktor yang menang diwajibkan untuk melakukan studi Geological dan Geophyisckal (P&G) serta seismik 3D pada area 1.000 km persegi.
Sedangkan di blok West Ganal kontraktor harus melakukan studi G&G, seismik 2D 200 km2, seismik 3D 600 km2 dan pengeboran 4 sumur eksplorasi.
Di Blok west Kampar, kontraktor harus melakukan studi G&G, 6 Sumur Eksplorasi, seismik 2D 500 km2, dan seismik 3D 200 Km2
Menurut Joko, syarat untuk mengikuti lelang adalah perusahaan yang memiliki kemampuan keuangan dan teknis serta memenuhi syarat minimum Komitmen Kerja Pasti 5 Tahun atau Komitmen Pasti Eksplorasi.
Selain itu, syarat lain adalah memenuhi ketentuan pokok Lelang Wilayah Kerja, serta memiliki kinerja dan track record.
Pada lelang kali ini, pemerintah menggratiskan paket data untuk mengakses Bid Document.
“Biaya akses Paket Data nantinya hanya dibebankan kepada pemenang Lelang untuk masing-masing blok,” ujar Joko.