Iqbal Musyaffa
11 Januari 2020•Update: 11 Januari 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan berdasarkan survei penjualan eceran pada November 2019 menunjukkan bahwa penjualan eceran tetap tumbuh meskipun melambat dari bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan kondisi tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2019 yang tumbuh 1,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Oktober 2019 sebesar 3,6 persen (yoy).
“Tetap tumbuh positifnya penjualan eceran ditopang oleh penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok perlengkapan rumah tangga tainnya, dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat.
Onny mengatakan penjualan eceran pada Desember 2019 diperkirakan tidak setinggi pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini terindikasi dari pertumbuhan IPR Desember 2019 yang secara tahunan menurun sebesar 0,2 persen (yoy).
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok barang lainnya.
“Hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang diperkirakan meningkat yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang meningkat menjadi 154,6, dari 149,2 pada bulan sebelumnya,” jelas Onny.