İqbal Musyaffa
16 September 2019•Update: 16 September 2019
JAKARTA
Kinerja ekspor Indonesia pada Agustus masih belum membaik. Hanya sektor pertanian yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Secara total, ekspor Indonesia pada Agustus berjumlah USD14,28 persen atau turun 7,6 persen dari bulan Juli dan turun 9,99 persen dari Agustus tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan ekspor produk pertanian pada Agustus berjumlah USD0,34 miliar atau tumbuh 7,7 persen dari Juli 2019 dan juga tumbuh 12 persen dari Agustus tahun lalu.
Suhariyanto menjabarkan secara bulanan, ada peningkatan ekspor sayur-sayuran, hasil hutan bukan kayu, dan sarang burung walet.
Sementara peningkatan ekspor secara tahunan terjadi pada komoditas sarang burung walet, tanaman obat aromatik, rempah-rempah, cengkeh, dan hasil hutan bukan kayu lainnya.
“Meskipun tumbuh, tapi kontribusi sektor pertanian baru 2,37 persen terhadap total ekspor,” ujar Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa ekspor sektor lainnya mengalami penurunan, baik secara bulanan ataupun tahunan seperti yang terjadi pada sektor migas yang berjumlah USD0,88 miliar atau turun 45,48 persen month to month dan 38,52 persen year on year.
“Kontribusi migas terhadap total ekspor pada Agustus mencapai 6,13 persen,” kata Suhariyanto.
Kemudian, Suhariyanto menjabarkan ekspor industri pengolahan pada Agustus sebesar USD11,24 miliar, mengalami penurunan 2,4 persen month to month dan 4,62 persen year on year.
Penurunan ini akibat adanya penurunan ekspor peralatan komunikasi, kimia dasar organik, sepat, pakaian jadi konveksi dari tekstil, dan karet ban.
Kontribusi ekspor industri pengolahan terhadap total ekspor pada Agustus mencapai 78,71 persen dan menjadi yang terbesar.
Selanjutnya, ekspor sektor pertambangan pada Agustus sebesar USD1,82 miliar juga mengalami penurunan 9,46 persen month to month dan 22,45 persen year on year, akibat penurunan tajam harga batubara dan penurunan ekspor lignit dan bijih tembaga.
Kontribusi ekspor pertambangan terhadap total ekspor Agustus mencapai 12,79 persen.
Suhariyanto menambahkan pada Agustus tahun ini terjadi peningkatan ekspor Indonesia ke beberapa negara antara lain Singapura sebesar USD161,8 juta, Vietnam USD48,1 juta, dan Swiss sebesar USD40,2 juta.
Kemudian ekspor Indonesia yang mengalami penurunan pada Agustus ini antara lain untuk tujuan India sebesar USD118,3 juta, Hongkong USD79,5 juta, dan Belanda USD77,3 juta.
Selain itu, secara komoditas terjadi peningkatan ekspor perhiasan dan permata sebesar USD168,8 juta dengan tujuan Singapura, Swiss, dan Hongkong.
Sementara penurunan ekspor terjadi pada bahan bakar mineral dengan jumlah USD157,9 juta dengan tujuan China, India, dan Jepang.