Umar Idris
17 November 2020•Update: 18 November 2020
JAKARTA
Ekspor non migas Singapura (NODX) pada Oktober turun 3,1 persen secara tahunan (y-o-y), mengutip data resmi dari Enterprise Singapura pada Selasa.
Data ini meleset dari perkiraan para ekonom. dengan perbedaan yang signifikan.
Jajak pendapat ekonom Reuters memperkirakan kenaikan 5,7 persen pada Oktober. Angka September sebelumnya mengalami sedikit revisi dengan kenaikan sebesar 5,8 persen.
Kontraksi pada Oktober menandai penurunan pertama setelah mengalami pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut.
Secara bulanan, pada bulan sebelumnya, ekspor di September mengalami kontraksi 11,4 persen.
Total perdagangan Singapura turun 9 persen secara tahunan di bulan Oktober, menyusul penurunan 1,9 persen di bulan sebelumnya.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh perdagangan minyak yang terus menurun di tengah harga minyak yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Selain itu disumbang oleh penurunan ekspor elektronik sebesar 0,4 persen, setelah mengalami kenaikan sebesar 24 persen di September.
Total ekspor turun 8,6 persen pada Oktober, setelah mengalami penurunan 2,1 persen pada September.
Total impor juga menyusut 9,3 persen di bulan Oktober, setelah penurunan 1,6 persen di bulan September.
Ekspor ke 10 negara utama pada Oktober mengalami penurunan, namun ekspor ke Amerika Serikat, China, Jepang dan Uni Eropa masih tumbuh.
Hong Kong, Malaysia dan Thailand penyumbang terbesar penurunan ekspor Singapura, seperti ditulis Channel News Asia dari sumber resmi pemerintah.