Iqbal Musyaffa
15 Juli 2020•Update: 15 Juli 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan Indonesia mencatatkan jumlah ekspor pada Juni mencapai USD12,03 miliar yang tumbuh 15,09 persen dari ekspor Mei yang sebesar USD10,45 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai ekspor pada Juni 2020 juga tumbuh 2,28 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.
Dia mengatakan peningkatan ekspor terjadi pada sektor migas sebesar 3,8 persen dan nonmigas tumbuh 15,73 persen.
“Pergerakan ekspor pada Juni yang meningkatkan ini merupakan tren menggembirakan dan kita berharap ekspor ke depannya akan naik,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu.
Dia mengatakan peningkatan ekspor pada Juni terjadi pada seluruh sektor.
Sektor pertanian yang pada Juni jumlah ekspornya sebesar USD0,28 miliar meningkat 18,99 persen dari Mei.
Angka ini juga meningkat 34,36 persen dari Juni tahun lalu.
“Komoditas pertanian yang ekspornya meningkat pada Juni antara lain biji kakao, sarang burung walet, tanaman aromatik, dan rempah-rempah,” lanjut Suhariyanto.
Kemudian, ekspor industri pengolahan yang pada Juni sebesar USD9,66 miliar tumbuh 15,96 persen dari bulan Mei dan juga tumbuh 7,09 persen dari Juni tahun lalu.
Komoditas ekspor pada sektor ini yang meningkat antara lain minyak kelapa sawit, peralatan listrik, pakaian jadi, dan perlengkapan komputer.
Selanjutnya, ekspor pertambangan dan lainnya pada Juni yang sebesar USD1,51 miliar tumbuh 13,69 persen dari Mei lalu, namun bila dibandingkan dengan Juni tahun lalu turun 17,05 persen.
Komoditas yang meningkat pada Juni antara lain mesin dan perlengkapan elektrik sebesar USD197,2 juta ke Amerika Serikat, Singapura, dan Jepang.
Kemudian lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD168,6 juta ke India, China, dan Pakistan, serta bijih, terak, dan abu logam sebesar USD146,2 juta ke India, China, dan Jepang.
Dia mengatakan berdasarkan negara tujuan juga terdapat peningkatan ekspor ke India sebesar USD307,6 juta, ke Amerika Serikat USD278,4 juta, dan China USD217,7 juta.