Pizaro Gozali Idrus
10 Desember 2020•Update: 11 Desember 2020
JAKARTA
Sejumlah ekonom mengatakan ekonomi Singapura akan tumbuh 5,5 persen pada 2021 untuk mengakhiri resesi terburuk yang pernah ada di negara itu akibat virus korona, lansir Strait Times.
"Laju pertumbuhan bisa lebih tinggi jika pandemi dapat diatasi dengan penyebaran vaksin yang berhasil di seluruh dunia," kata para ekonom.
Prediksi yang dibuat 23 ekonom dan analis dalam survei kuartalan Monetary Authority of Singapore (MAS) tidak berubah dari perkiraan sebelumnya pada September.
Menurut laporan survei MAS pada Rabu, kisaran perkiraan mereka untuk pertumbuhan 2021 menyempit 5,0 menjadi 5,9 persen, serta dari 4,0 menjadi 5,9 persen.
Sebelumnya Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) pada November memperkirakan ekonomi Singapura akan tumbuh sebesar 4,0 hingga 6,0 persen pada 2021 -terbesar sejak setidaknya 2011 ketika ekonomi tumbuh 6,3 persen.
Sementara pada 2020, para analis memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) turun enam persen, yang tidak berubah dari survei sebelumnya.
Survei sebelumnya memperkirakan Singapura mengalami kontraksi 6,5 persen hingga enam persen pada 2020.
Para ekonom juga memperkirakan PDB menyusut 4,5 persen tahun ke tahun pada kuartal keempat tahun ini, setelah menyusut sebesar 5,8 persen pada periode September hingga Oktober 2020, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan mereka yaitu penurunan 7,6 persen di survei sebelumnya.
Pada pasar tenaga kerja, para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran mencapai 3,7 persen pada akhir 2020, naik dari perkiraan mereka sebesar 3,5 persen pada survei sebelumnya.
Tiga perempat responden dalam survei MAS memperkirakan harga properti residensial pribadi akan meningkat pada periode Oktober hingga Desember dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sementara sisanya percaya bahwa harga akan tetap stabil.