İqbal Musyaffa
28 Mei 2018•Update: 29 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia meyakini kondisi perekonomian Indonesia saat ini mampu menghadapi tekanan eksternal.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam diskusi stabilitas sistem keuangan di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini ekonomi Indonesia jauh lebih kuat daripada saat menghadapi tekanan global sebelumnya. Di antaranya seperti krisis Yunani tahun 2011, taper tantrum tahun 2013, revisi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2015 dan juga Brexit.
“Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat, terlihat dari adanya koreksi harga di nilai tukar. Yield obligasi dan saham year to date Indonesia sebetulnya cukup baik,” ungkap Perry.
Perry mengungkapkan, terdapat tiga faktor yang menyebabkan ketahanan ekonomi Indonesia cukup kuat. Pertama adalah kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang cukup baik.
“Inflasi saat ini jauh lebih rendah daripada saat periode taper tantrum yang ketika itu sebesar 8,3 persen,” ungkap Perry.
Selain itu, defisit transaksi berjalan saat ini sebesar 2,1 persen, dibandingkan dengan pada saat taper tantrum mencapai 4,3 persen. Stabilitas sistem keuangan menurut BI masih terjaga, begitupun dengan defisist fiskal. Kemudian pertumbuhan ekonomi juga sedang dalam proses recovery.
“Faktor itu menunjukkan kondisi fundamental kita cukup baik dan lebih baik dari tekanan sebelumnya,” ujar dia.
Faktor kedua yang menunjukkan masih kuatnya ekonomi Indonesia, menurut Perry, adalah keberanian dan kesiapan pemerintah dan instansi terkait dalam melakukan langkah kebijakan terkoordinasi untuk mengatasi berbagai permaslaahan.
“Ketiga, kita mempunyai bantalan yang cukup kuat dalam mengatasi sejumlah tekanan eksternal,” lanjut Perry.
Salah satu bantalannya, menurut dia, berupa cadangan devisa sebesar USD124 miliar yang jumlahnya lebih dari cukup untuk pembayaran impor, utang luar negeri, ataupun antisipasi capital reversal.
“Sekarang kita sudah mempunyai UU nomor 9 tahun 2016 mengenai pencegahan dan penanganan krisis keuangan. Jadi tiga faktor ini yang menunjukkan kenapa Indonesia ketahanannya cukup kuat,” imbuh dia.