Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina-AS Akan Bahas Isu Paling Sulit
Ukraina menegaskan komitmennya untuk tidak menghindari isu sulit dan tetap mendukung proses perdamaian
ISTANBUL
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pembicaraan lanjutan antara Ukraina dan Amerika Serikat akan difokuskan pada isu-isu paling sulit dalam upaya mengakhiri perang dengan Rusia, termasuk masa depan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia dan persoalan wilayah.
Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy pada Rabu (7/1) melalui media sosial X, setelah menerima laporan awal dari kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, terkait rangkaian pertemuan delegasi Ukraina di Prancis. Prancis sebelumnya menjadi tuan rumah KTT “Coalition of the Willing” pada Selasa (6/1).
Zelenskyy mengatakan, pertemuan berikutnya dengan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi sesi ketiga dalam dua hari terakhir. Ia menegaskan, pertemuan tersebut diharapkan membahas isu-isu paling krusial dari kerangka dasar penyelesaian perang.
“Kami memperkirakan isu-isu paling sulit akan dibahas, khususnya yang berkaitan dengan PLTN Zaporizhzhia dan persoalan wilayah,” ujar Zelenskyy.
Ia juga menyebut telah menginstruksikan tim perunding Ukraina untuk membahas kemungkinan format pertemuan tingkat pemimpin antara Kyiv, Washington, dan sejumlah ibu kota Eropa. Menurut Zelenskyy, Ukraina tidak akan menghindari isu-isu sulit dan tidak akan menjadi penghambat tercapainya perdamaian.
“Saya menunggu laporan rinci dari tim negosiasi pada akhir hari ini,” katanya.
Dalam pernyataan terpisah, Umerov mengatakan delegasi Ukraina telah menggelar konsultasi dengan para penasihat keamanan nasional dari sejumlah negara, yang juga dihadiri oleh perwakilan Amerika Serikat. Konsultasi tersebut membahas parameter konkret jaminan keamanan, pencegahan agresi Rusia, serta langkah-langkah lanjutan dalam proses perdamaian.
Zelenskyy sendiri melakukan kunjungan ke Paris pada Selasa untuk menghadiri KTT “Coalition of the Willing”. Pertemuan itu turut dihadiri delegasi Amerika Serikat yang terdiri dari Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.
Usai KTT, para peserta mengeluarkan deklarasi bersama yang antara lain menyatakan partisipasi anggota koalisi dalam mekanisme pemantauan gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat untuk Ukraina, sebagai bagian dari kerangka jaminan keamanan bagi Kyiv.
Secara terpisah, Zelenskyy juga menandatangani deklarasi niat bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait rencana pengerahan pasukan multinasional ke Ukraina jika tercapai kesepakatan damai.
Witkoff menyatakan di media sosial X bahwa delegasi AS telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan pihak Eropa dan Ukraina selama berada di Paris. Ia menambahkan, diskusi dengan delegasi Ukraina dilanjutkan pada Selasa malam dan Rabu.
Kantor Kepresidenan Ukraina menyebut pertemuan pada Selasa malam membahas isu-isu spesifik terkait kerja sama Ukraina dan Amerika Serikat untuk mencapai perdamaian yang adil. Pernyataan itu juga menyebut bahwa pada 7 Januari, delegasi Ukraina, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa akan melanjutkan pembahasan mengenai jaminan keamanan dan kerangka dasar penyelesaian perang.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
