Muhammad Abdullah Azzam
24 Juni 2019•Update: 24 Juni 2019
Laith Joneidi, Hacer Başer
AMMAN
Yordania mengutuk serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Bandara Internasional Abha di selatan Arab Saudi.
"Yordania mengutuk serangan yang menargetkan keamanan Arab Saudi. Serangan tersebut juga menargetkan keamanan kawasan,” ungkap pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri negara tersebut.
Pemerintah Yordania menyatakan pihaknya memberi dukungan terhadap langkah-langkah yang diambil untuk mencegah aksi terorisme dan memastikan keamanan di Arab Saudi.
Pernyataan otoritas Yordania itu juga menekankan solidaritas dengan Arab Saudi, serta mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dalam serangan itu.
Setidaknya satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan drone ke Bandara Internasional Abha di wilayah Asir di selatan Arab Saudi tadi malam.
Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap Bandara Internasional Abha dan Bandara Jizan di Arab Saudi.
Sebelumnya pada Rabu 12 Juni lalu, koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengungkapkan kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.
Menurut juru bicara pasukan koalisi Kolonel Turki al-Maliki, setidaknya 26 warga sipil dari berbagai negara terluka dalam serangan itu.
Pada hari yang sama, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan di bandara tersebut dengan menggunakan rudal jelajah, mengatakan bahwa rudal itu mengenai sasaran dengan tepat.
Yaman dilanda konflik kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, tewas akibat konflik, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.
Menurut PBB, Yaman menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, di mana lebih dari 10 juta orang berada di ambang bencana kelaparan.
Selain itu, lebih dari 22 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan darurat.