Dunia

Yahudi Ultra-Ortodoks di Israel hindari penggunaan perangkat teknologi dalam kehidupan sehari-sehari

Orang-orang Yahudi, yang secara ketat mematuhi hukum agama Yahudi, menonjol dengan gaya hidup mereka, pakaian tradisional

Enes Canli dan Turgut Alp Boyraz   | 24.06.2022
Yahudi Ultra-Ortodoks di Israel hindari penggunaan perangkat teknologi dalam kehidupan sehari-sehari Yahudi Ultra-Ortodoks. (Foto file - Anadolu Agency)

YERUSALEM

Yahudi Ultra-Ortodoks atau Ibrani Haredim, dikenal menjaga diri dari perangkat teknologi seperti ponsel pintar, internet, dan televisi.

Berbicara kepada Anadolu Agency di Yerusalem, penganut Yahudi Ultra-Ortodoks mengatakan mereka menghindari penggunaan perangkat teknologi sebagai bagian dari sistem kepercayaan.

Shiele Katz, seorang Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, mengatakan: “Alasannya adalah karena orang-orang secara eksplisit membicarakan semua hal ini. Anak-anak melihat hal-hal yang tidak baik secara online, dan mereka kecanduan dan itu tidak baik untuk manusia.”

Seorang Yahudi religius lainnya, Yosef Freudigery, juga mengatakan: “Kami ingin menjaga kesopanan di rumah kami pada tingkat sebaik mungkin. Jadi Anda tidak mendapatkan ide lucu dari gambar lucu, mengacu pada konten pornografi yang diakses melalui internet.

Beberapa juga percaya bahwa perangkat teknologi ini hanya "buang-buang waktu" bagi kehidupan mereka.

Seorang pemuda Yahudi ultra-Ortodoks, Moshe Gerry, berkata: “Jika Anda hanya menonton TV dan yang lainnya, itu akan membuang-buang waktu. Anda dapat menggunakan waktu Anda untuk hal-hal yang lebih baik. Dan juga setiap kali Anda menonton, tidak selalu ada hal-hal yang pantas.”

Pakaian tradisional

Yahudi Ultra-Ortodoks mudah diidentifikasi di Israel dan seluruh dunia dengan pakaian khas mereka.

Berjalan di lingkungan Mea She'arim, di mana Haredim tinggal di Yerusalem Barat, serasa berjalan ke lokasi film atau bepergian melalui waktu.

Pria Haredi sangat menonjol dengan pakaian hitam, jubah, dan kippa mereka, karena jubah dan jumbai mereka menggantung di tepi celana mereka.

Di Israel, orang Yahudi Haredi berjumlah 12 persen dari populasi Israel yang berjumlah sekitar 9 juta.

Sebagian besar orang Yahudi Haredi di Israel tinggal di Mea She'arim di Yerusalem Barat dan kota Bnei Brak, dekat ibu kota Tel Aviv.

Karena populasi mereka terus meningkat, Haredim diwakili di parlemen Israel Knesset oleh partai-partai keagamaan Shas dan Persatuan Torah Yudaisme.

Kebanyakan orang Yahudi Haredi berbicara dalam bahasa yang berbeda dari orang Yahudi sekuler dan sebagian besar menolak untuk berintegrasi dengan masyarakat lainnya.

Mayoritas dari mereka juga menolak untuk mengangkat senjata dengan alasan bahwa tentara Israel tidak memiliki lingkungan yang cocok untuk menjalankan agama mereka.

Anadolu Agency bertanya kepada anggota kelompok agama di Israel mengapa mereka mengenakan pakaian hitam dan kippah (topi), dan memiliki rambut ikal samping, serta hubungan antara pakaian dengan kepercayaan dan tradisi mereka.

Menurut Haredim, memakai warna hitam sangat erat kaitannya dengan dress code di Eropa Barat dan mereka mempertahankan tradisi ini untuk menjaga semangat masyarakat tetap hidup, menghindari pamer, dan menjaga kesopanan.

Lalu "kippah" di kepala mereka saat berdoa adalah perintah dari Taurat (Yahudi).

Haredim mengatakan mereka juga memakai kippah dalam kehidupan sehari-hari untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu bersama mereka.

Orang Yahudi Haredi juga mengatakan bahwa karena perintah Taurat, orang Yahudi tidak boleh mencukur ikal samping di sisi rambut mereka.

Beberapa orang juga membiarkan ikal samping yang menjuntai untuk mengikuti aturan ini dengan lebih ketat.

Jumbai yang tergantung di sisi celana mereka disebut "Tzitzit," dan jumbai ini adalah perintah dalam Taurat yang selalu mereka pakai dengan pakaian mereka.

Terkait mengapa Haredim mengenakan pakaian hitam, Moshe Coup, seorang Yahudi Haredi berusia 60 tahun, mengatakan: “Ini adalah pakaian tradisional. Ini adalah seragam, sejenis seragam. Pertama-tama, itu berarti kerendahan hati.

"Apa yang dipakai hakim saat Anda pergi ke pengadilan? Hitam, ini adalah pakaian istimewa dan terhormat. Ketika seorang pianis agung memberikan konser, dia memakai warna hitam."

Dia lebih lanjut berkata: “Ini juga memungkinkan kita untuk menunjukkan bahwa kita adalah satu. Kami tidak pamer. Semua orang mungkin terlihat sama dari luar, tetapi perbedaan sebenarnya ada di dalam. Saya tidak perlu mengungkapkan apa pun kepada orang-orang dengan penampilan saya atau tato gila. Kita semua bertindak dengan cara yang melayani Tuhan.”

Mengenai tujuan pakaian itu, Coup berkata: “Pakaian dan penampilan luar kita harus menjadi ekspresi dari batin kita (dunia). … Kita harus selalu memahami bahwa ada raja dunia, pencipta dunia, dan dia menjalankan dunia.

"Dan juga perintah itu mengingatkan kita bahwa kita semua harus memperlakukan satu sama lain sebagai saudara, dan memperlakukan satu sama lain dengan baik, dalam kebaikan."

Seorang Yahudi Haredi lainnya mengatakan pakaian mereka menunjukkan keanggunan mereka, menambahkan: “Pada hari Sabtu (Sabat) Anda dapat melihat pria dengan topi bulu. Ini sangat mahal tapi tetap saja, melambangkan kerendahan hati.”

Karena kippah adalah ciri khas lain dari Haredim, Shloimi Wasserstrum, mengatakan: “Tuhan di atas kita, jadi dengan mengenakan kippah di atas kepala kita, kita berkata, 'Tuhan di atas segalanya'.”

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın