ANKARA
Selandia Baru pada Senin merayakan kekalahan Covid-19 setelah Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan bahwa negara itu tidak lagi memiliki kasus aktif virus korona.
Kabar itu menjadi berita utama global dan mendapat pujian setelah Ardern mengumumkan pada konferensi pers di Wellington bahwa pasien Covid-19 terakhir telah dinyatakan sembuh.
"Saya rasa saya akan merayakan status #bebasCOVID kami dan pindah ke #level1 dengan tidur jam 8 malam ini," kata Julie Anne Genter, menteri urusan perempuan, melalui Twitter.
Anggota parlemen lainnya, Marja Lubeck, juga menyambut baik pencapaian tersebut, dengan mengatakan "Matahari akan turun pada hari terakhir Siaga Tingkat 2 dan hari ke-75 berada dalam tingkat siaga Covid dalam bentuk apa pun. Dari tengah malam negara kita akan berada di Tingkat Siaga 1. Anda berhasil #Tim5juta."
Kasus virus korona pertama di Selandia Baru dilaporkan pada 28 Februari, dan pada hari yang sama, negara itu mengumumkan pembatasan perjalanan dari dan ke Iran serta China untuk membendung penyebaran virus.
Ardern awalnya mengumumkan pembatasan parsial pada 23 Maret. Tetapi dua hari kemudian, ketika negara itu mengkonfirmasi 200 kasus, pemerintah menempatkan seluruh negara dalam karantina.
Karantina memberlakukan pembatasan yang ketat atas pergerakan dan kontak untuk membendung infeksi dan wabah.
Warga disarankan untuk tinggal di rumah dan tidak ada yang diizinkan untuk keluar kecuali untuk tujuan penting dan melakukan pekerjaan penting serta diminta untuk menjaga jarak dua meter.
Pada tanggal 27 April, pembatasan ketat dikurangi dan Wellington mengizinkan beberapa bisnis buka sambil melanjutkan tindakan pencegahan.
Namun, pembatasan tinggal di rumah terus berlanjut.
Pada 13 Mei, negara itu melonggarkan pembatasan lebih lanjut dan memungkinkan bisnis, kafe dan restoran dibuka kembali dan pernikahan serta pemakaman dilanjutkan tetapi dengan menjaga jarak sosial.
Pemerintah juga mengizinkan sebagian besar layanan pembelajaran awal, sekolah dan fasilitas pendidikan tinggi untuk melanjutkan operasi.
Pada Senin, Kementerian Kesehatan mengatakan negara itu tidak lagi memiliki kasus aktif Covid-19 dan pasien terakhir berhasil sembuh.
"Kementerian telah diberitahu oleh Kesehatan Masyarakat Kawasan Auckland bahwa kasus yang tersisa sudah bebas gejala selama 48 jam dan dianggap telah sembuh. Yang bersangkutan kini telah keluar dari isolasi dan tidak ada seorang pun di Selandia Baru yang menerima perawatan di rumah sakit. untuk Covid-19," ungkap kementerian.
"Tidak memiliki kasus aktif untuk pertama kalinya sejak 28 Februari tentu merupakan tanda yang signifikan dalam perjalanan kami, tetapi seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kewaspadaan berkelanjutan terhadap Covid-19 akan terus menjadi sangat penting," kata Direktur Jenderal Kesehatan Dr. Ashley Bloomfield.
Berbicara di sebuah konferensi pers, Ardern mengumumkan perpindahan ke fase normal mulai Selasa dan pencabutan pembatasan Covid-19 karena negara itu tidak memiliki kasus baru di masyarakat.
"Kami tidak lagi memiliki kasus baru Covid-19 dan sekarang kami pindah ke Siaga Tingkat 1 dari Tingkat 2 mulai hari ini tengah malam, tetapi perbatasan Selandia Baru akan tetap ditutup," ujar dia.
Warga yang tiba di negara itu masih harus dikarantina selama dua minggu dan akan dites dua kali selama periode tersebut.
Ardern memuji rakyatnya dan mengatakan mereka telah mengurangi gerakan mereka secara besar-besaran dan tinggal di rumah lebih dari penduduk di negara lain.
Selama Siaga Tingkat 1, semua orang bisa kembali bekerja, sekolah, olahraga dan melakukan perjalanan domestik serta berkumpul dengan sebanyak mungkin orang yang mereka inginkan.
Menurut kementerian, satu kasus aktif virus terdeteksi di negara itu pada 22 Mei dan sejak saat tidak ada satu pun kasus baru yang dilaporkan.
Jumlah total kasus di negara itu mencapai 1.504 dengan 22 kematian.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 7,1 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian melebihi 406.000 dan lebih dari 3,2 juta dinyatakan sembuh.
news_share_descriptionsubscription_contact
