Muhammad Nazarudin Latief
16 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia menawarkan produk kopi, minyak kelapa sawit, energi terbarukan, dan jasa tenaga kerja untuk mengejar transaksi hingga USD2,9 miliar dengan Selandia Baru.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, pada Jumat, Indonesia menggelar forum bisnis di Auckland untuk menfasilitasi para pengusaha bertemu dengan buyer dari Selandia Baru.
Menurut Arlinda, buyer Selandia Baru selalu tertarik dengan produk asal Indonesia.
Misalnya kopi, Indonesia adalah penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia yang mempunyai lebih dari 20 kopi indikasi geografis dengan nilai ekspor pada 2017 mencapai USD1,18 miliar.
“Dengan kopi indikasi geografis, artinya tiap daerah mempunyai cita rasa khas yang berbeda. Ini patut diapresiasi penikmat kopi Selandia Baru,” ujar Arlinda dalam siaran persnya.
Untuk kelapa sawit, menurut Arlinda masih terbuka lebar peluang untuk mengisi pasar Selandia Baru. Indonesia adalah negara produsen terbesar dunia dengan nilai ekspor 2017 mencapai USD20,7 miliar atau 48 persen total pasar minyak sawit dunia.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek produk sawit Indonesia. Karena itu, buyer di Selandia Baru tidak perlu merasa khawatir dengan isu lingkungan hidup.
Pada sektor jasa, menurut Arlinda, Indonesia sudah menetapkan Selandia Baru sebagai negara prioritas penempatan buruh migran formal, terutama di sektor hospitality, perkebunan, spa, konstruksi, peternakan dan manufaktur.
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, pertemuan bisnis ini baru pertama kali diadakan selama 60 tahun persahabatan kedua negara.
Selandia Baru menurutnya berpotensi untuk menjadi pasar produk Indonesia di masa depan dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil pada angka 3 persen.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan juga akan melakukan kunjungan ke negara ini memeringati 60 tahun hubungan diplomasi kedua negara.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan, pada total ekspor Indonesia ke Selandia Baru mencapai USD437,8 juta.
Nilai ini baru 1 persen dari total impor negara tersebut dari dunia yang mencapai USD40,1 miliar.
Lima besar produk ekspor Indonesia ke Selandia Baru adalah palm nut, kayu untuk furnitur, batu bara, dan tisu wajah.
Sementara total ekspor Selandia Baru ke Indonesia sebesar USD751,1 juta atau baru 0,47 persen total impor Indonesia dari dunia sebesar USD156,9 miliar.
Produk yang paling banyak dieskpor ke Indonesia adalah susu, mentega, daging, keju, dan kayu.