İqbal Musyaffa
16 Maret 2018•Update: 16 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Investor Jepang mulai tertarik untuk masuk ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Morotai, Maluku Utara dengan berencana membangun hotel.
Pendiri Jababeka Group Setyono Djuandi Darmono menyampaikan hal tersebut seusai rapat koordinasi KEK Morotai dengan Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Jumat.
Investor Jepang tersebut nantinya akan bekerja sama dengan Jababeka. Saat ini Jababeka sudah melakukan pembebasan lahan seluas 1500 ha untuk pengembangan pulau Morotai sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata.
“Investor Jepang tertarik investasi USD50 juta untuk bangun hotel 300 kamar,” ungkap Darmono.
Menurut dia, pulau Morotai memiliki aspek historis bagi Jepang karena negara tersebut sempat menguasai pulau tersebut pada masa penjajahan sebelum kemudian diambil alih oleh Inggris.
“Dulu banyak serdadu Jepang yang meninggal di pulau itu. Jadi bagi Jepang ini sangat bagus untuk nostalgia,” imbuh dia.
Selain itu, dia juga mengatakan investor Jepang melihat potensi jangka panjang yang dimiliki Morotai. Pulau tersebut memiliki peluang untuk menjadi pusat logistik dan perdagangan di timur Indonesia.
“Dalam beberapa tahun nanti Selat Malaka akan padat lalu lintasnya dan macet. Jadi arus logistik di laut bisa pindah ke Morotai,” ucap Darmono.