Maria Elisa Hospita
17 Januari 2019•Update: 18 Januari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Otoritas Amerika Serikat menangkap seorang pria Georgia yang diduga berupaya melancarkan aksi teror ke Gedung Putih dan gedung-gedung federal lainnya di Washington DC.
Hasher Taheb, 21, diduga berencana menggunakan roket anti tank dan bahan peledak lainnya untuk menyerang kediaman pejabat eksekutif, ujar Jaksa AS untuk Distrik Utara Georgia BJay Pak kepada wartawan.
Chris Hacker, agen khusus untuk kantor FBI di Atlanta, mengatakan Taheb ditangkap setelah pihaknya mendapat informasi dari warga.
Informasi soal Taheb didapat oleh penegak hukum setempat yang kemudian menghubungi penyelidik federal Maret lalu.
Selain merencanakan aksi teror, dia juga melakukan operasi penyamaran selama hampir setahun.
Menurut Jaksa AS untuk Distrik Georgia Utara, BJay Pak, Taheb ditangkap setelah dia mencoba menukar mobilnya dengan senjata dan bahan peledak.
Mulanya dia ingin melakukan perjalanan ke wilahyah-wilayah yang dikuasai Daesh, tetapi karena tak punya paspor, akhirnya dia membuat rencana serangan di AS, termasuk Gedung Putih dan Patung Liberty.