Maria Elisa Hospita
17 Januari 2019•Update: 17 Januari 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan pada Rabu mulai merancang kerangka kerja ekonomi strategis yang diusulkan dengan Turki untuk membuka jalan bagi kerja sama ekonomi bilateral yang lebih kuat.
Menurut Radio Pakistan yang dikelola pemerintah, pertemuan tingkat tinggi komite untuk merumuskan kerangka ekonomi yang diusulkan berlangsung di Islamabad, dipimpin oleh Menteri Keuangan Asad Umar.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Federal untuk Produksi Pertahanan Zubaida Jalal, Menteri Perencanaan Khusro Bakhtiar, Menteri Kesehatan Aamir Mehmood Kiani, Menteri Privatisasi Muhammad Mian Soomro, dan Ketua Dewan Investasi dan Penerbangan Haroon Sharif.
"Sebuah proposal untuk menyusun kerangka kerja yang diajukan dan diberikan kepada semua kementerian terkait untuk memberikan persetujuan dan masukan mereka dalam waktu dua minggu untuk menyelesaikan draft persetujuan kerja yang diajukan," kata Umar usai pertemuan.
Pada 5 Januari, selama kunjungan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ke Turki, dia dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat untuk mengembangkan kerangka kerja ekonomi strategis bersama.
Kerangka kerja lima tahun akan mencakup area potensial dari kepentingan ekonomi dan perdagangan kedua negara, persetujuan untuk peningkatan perdagangan dan investasi, dan mengurangi hambatan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
Umar mengatakan Turki memiliki pengalaman yang luar biasa di sektor pariwisata dan Pakistan dapat memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan sektor pariwisatanya sendiri.
Selama pertemuan itu, pejabat kedua negara akan mempersiapkan draf dokumen untuk usulan kerangka kerja yang akan dibagikan dengan pihak Turki.