ANKARA
Pasukan keamanan Turki "melumpuhkan" sedikitnya 19 teroris PKK saat mereka meluncurkan “Operasi Kunci & Cakar” di Irak utara, kata Kementerian Pertahanan Turki pada Senin.
“Target tahap pertama telah dicapai. Operasi berlanjut dengan sukses seperti yang direncanakan. Mehmetcik [tentara Turki] telah mulai menguasai wilayah itu,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
"Kegiatan pencarian dan pembersihan sedang berlangsung di wilayah tersebut. Semua tempat perlindungan, bunker dan markas, serta gua dan sarang teroris akan dihancurkan satu per satu."
Empat tentara Turki terluka selama operasi itu, kata kementerian itu, sambil mendesak teroris untuk menyerah pada pasukan Turki.
"Mereka harus menyadari bahwa mereka tidak punya tempat untuk lari, bahwa akhir sudah dekat."
"Turki bertekad untuk menyelamatkan bangsa yang mulia dari momok terorisme," kata kemhan negara itu.
Operasi Kunci & Cakar, di mana tim komando dan pasukan khusus mengambil bagian melalui dukungan drone dan helikopter tempur, secara khusus menargetkan wilayah Metina, Zap dan Avasin-Basyan, kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar.
Tempat penampungan, depot amunisi, markas besar, lokasi berkumpul dan jaringan terowongan dihancurkan, tambah Akar.
Operasi tersebut diluncurkan setelah mengetahui bahwa kelompok teroris itu berencana memulai serangan skala besar.
Operasi itu sejalan dengan prinsip pertahanan diri Piagam PBB, kata kementerian itu.
Wakil Presiden Fuat Oktay mengatakan di Twitter bahwa Turki tetap teguh untuk melanjutkan perjuangannya melawan kelompok teror dan sponsornya, baik di dalam maupun di luar perbatasannya.
Para teroris PKK sering bersembunyi di Irak utara untuk merencanakan serangan lintas perbatasan di Turki.
Pada tahun 2020, Turki telah meluncurkan operasi Cakar-Harimau dan Cakar-Elang di wilayah perbatasan Irak untuk memastikan keselamatan rakyat dan perbatasan Turki.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.