Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Oktober 2020•Update: 14 Oktober 2020
Ekrem Biceroglu
GAZA, Palestina
Warga Gaza menggelar protes tanpa batas waktu pada Selasa di gedung Komite Internasional Palang Merah sebagai aksi solidaritas untuk seorang tahanan yang melakukan mogok makan.
"Maher al-Akhras telah melakukan mogok makan selama 79 hari sejak ditangkap oleh Israel pada akhir Juli dan kini di ambang kematian," kata kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem,
Para pengunjuk rasa menempelkan foto besar al-Akhras di dinding di dalam gedung.
Yasir Mezher, anggota Komite Narapidana dari Fraksi Islam dan Nasional, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa protes akan terus berlanjut sampai al-Akhras dibebaskan.
Mezher mendesak komite tersebut untuk menekan Israel agar al-Akhras segera dibebaskan.
Al-Akhras ditangkap pada 27 Juli dan ditahan di bawah kebijakan penahanan administratif Israel yang memungkinkannya menahan warga Palestina tanpa dakwaan.
Mahkamah Agung Israel pada Senin menolak untuk membebaskan al-Akhras dan memutuskan untuk menahannya sampai dia menyelesaikan hukumannya bulan depan.
Sekitar 5.000 tahanan politik Palestina mendekam di penjara Israel, termasuk 43 wanita, 180 anak-anak dan 430 tahanan di bawah penahanan administratif.