Maria Elisa Hospita
23 Juni 2018•Update: 24 Juni 2018
Addis Getachew
ADDIS ABABA, Ethiopia
Ethiopia telah menghubungkan kembali warganya dengan internet untuk menjadikan teknologi sebagai wadah ide-ide yang bebas.
"Kebebasan berekspresi adalah hak dasar bagi hak-hak lainnya," kata kepala staf perdana menteri, Fitsum Arega, lewat Twitter.
Arega mengatakan, Ethiopia telah membuka akses ke 264 situs web yang diblokir, blog, Radio Satelit Ethiopia dan Televisi (ESAT) dan Oromo Media Network (OMN).
“Aliran informasi yang gratis sangat penting bagi warga yang bertanggung jawab. Hanya pasar ide yang bebas yang akan mengarah pada kebenaran," kata dia lagi.
Sebagai bagian dari berbagai langkah reformasi yang diambil setelah menduduki jabatan sebagai perdana menteri sejak 2 April, Perdana Menteri Abiy Ahmed membatalkan gugatan hasutan dan terorisme atas ESAT dan OMN, yang beroperasi dari Amerika Serikat.
Dia juga mengampuni seorang ekonom dan akademisi Ethiopia ternama, Dr. Berhanu Nega, yang dijatuhi hukuman mati in absentia setelah pemilihan umum tahun 2005 yang kemudian memicu gelombang protes dan kekerasan pascapemilu.
Nega pindah ke AS di mana dia merancang kelompok pemberontak, Patriotic Ginbot 7 (PG7) yang bertempur dari Eritrea.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat, kelompok itu mengatakan telah menghentikan "semua bentuk perjuangan bersenjata di seluruh penjuru Ethiopia".
Setelah menjabat, Abiy membebaskan tahanan politik termasuk mereka yang terpidana mati, membuat struktur federal menekankan persatuan daripada perpecahan, dan menjanjikan reformasi demokratis dan pemilihan yang bebas dan adil pada tahun 2020.