Muhammad Nazarudın Latıef
03 Februari 2020•Update: 03 Februari 2020
JAKARTA
Para ilmuwan di Badan Penelitian Ilmu Alam China menemukan menemukan virus korona dari Wuhan bisa ditularkan melalui sistem pencernaan dan ke dalam kotoran manusia.
Ini berarti bahwa virus dapat tertelan melalui rute faecal-oral, di mana patogen dapat melewati kotoran dan masuk ke mulut orang lain, dilansir Channel News Asia.
Ini mungkin terjadi karena praktik kebersihan yang buruk, kurangnya sanitasi, polusi tanah dan air dengan masalah feses atau kontaminasi makanan.
Para ahli dari Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan dan Institut Virologi Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina memperhatikan bahwa gejala awal dari beberapa pasien yang terinfeksi virus corona adalah diare, bukan demam, gejala yang lebih umum.
Tim peneliti menemukan asam nukleat virus dalam tinja dan penyeka rektum pasien, dan percaya bahwa virus korona memiliki kemungkinan penularan feses-oral tertentu, selain transmisi tetesan dan kontak.
China pada Senin mengkonfirmasi lebih dari 17.000 kasus virus korona.
Kematian virus korona pertama di luar China dilaporkan pada Minggu di Filipina.
Sebagian besar infeksi di luar negeri telah terdeteksi pada orang yang melakukan perjalanan dari Wuhan, pusat industri dengan 11 juta orang, atau daerah di sekitar provinsi Hubei.
China melakukan berbagai upaya mengisolasi virus yang diyakini berasal dari pasar hewan Wuhan.
Selain dari China, penularan dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan di Korea Selatan, Jepang, Jerman dan Thailand.